Laporkan Masalah

The Effect of insider trading on stock abnormal return in index S

KUNCORO, Wiryawan, Tandelilin Eduardus, Prof.,Dr.,M.B.A

2010 | Tesis | S2 Manajemen

Insider trading merupakan aktivitas dari corporate insider dari suatu perusahaan yang membeli atau menjual saham perusahaan mereka sendiri. Dari regulasi yang ditetapkan Securities and Exchange Commission (SEC), aktivitas ini dapat dikategorikan ilegal jika mereka melakukan perdagangan tersebut berdasarkan informasi perusahaan yang belum dipublikasikan, namun di sisi lain aktivitas ini dapat dikategorikan legal jika mereka melakukan perdagangan tersebut berdasarkan informasi perusahaan yang sudah terpublikasi. Setelah mereka melakukan aktivitas insider trading, baik membeli ataupun menjual, mereka harus melaporkannya ke SEC yang selanjutnya akan menganalisa apakah transaksi tersebut legal atau tidak. Dalam penelitian ini hanya akan menganalisa insider trading yang legal dengan data yang diperoleh dari laporan publikasi SEC. Insider trading berkaitan dengan Efficient Market Hypothesis dan informasi asimetris antara corporate insider dengan investor dari luar peru~ahaan. Penelitian oleh Myers dan Majluf (1984) menyatakan bahwa semakin efisien harga saham di pasar modal maka akan mengurangi informasi asimetris antara perusahaan dan investor potensial. Dan penelitian oleh Kyle (1985) menerangkan bahwa corporate insider akan lebih agresif meJakukan perdagangan ketika terdapat banyak informasi asimetris. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji perbedaan dari abnormal return an tara: 1) sebelum dan setelah insider trading dilakukan; 2) jangka pendek dan jangka panjang setelah insider trading dilakukan; 3) insider trading dengan volume perdagangan kecil dan besar. Penelitian menggunakan sampel dari perusahaan yang terdaftar pad a Indeks S&P 100 dari tahun 2003 sampai 2007, lalu sampel tersebut akan dibagi menjadi dua kategori sehingga diperoleh 14 perusahaan yang melakukan insider trading buying dan 20 perusahaan yang melakukan insider trading selling. Hasil dari penelitian ini mengindikasikan bahwa: 1) Corporate insider memperoleh abnormal return positif dalam jangka pendek setelah insider trading buying dilakukan dan abnormal return negatif setelah insider trading selling; 2) Corporate insider memperoleh abnormal return positif daJam jangka panjang setelah insider trading buying dilakukan, tetapi mereka tidak memperoleh abnormal return negatif dalam jangka panjang setelah insider trading selling; 3) Besamya volume perdagangan tidak menunjukkan perbedaan abnormal return yang signifikan setelah insider trading buying dilakukan, namun hal ini terbukti ketika insider trading selling dilakukan dimana bila semakin besar volume perdagangannya maka abnormal return yang dihasilkan akan semakin kecil. Kata kunci: Insider Trading, Abnormal Return, Efficient Market Hypothesis, lnformasi Asimetris, Volume Perdagangan.

Insider trading is the activity of corporate insiders who buy or sell shares of their own company. From the regulation of Securities and Exchange Commission (SEC), this acti vity can be considered as illegal if they make trading based on company's information that has not been published, but in other side it is considered as legal if they make trading using company's information that has been published. After they conduct insider trading activity, either buying or selling, they must report it to SEC that will analyze this transaction whether it is legal or not. This research will only analyze for the legal insider trading with the data from SEC publication report. Insider trading related with Effi cient Market Hypothesis and asymmetric information between corporate insider and investor from outside of the company. Research by Myers and Majluf (1 984) states that more efficient the price of stocks in capital market will reduce the information asymmetry between companies and potential investors. And research by Kyle (1 985) explains that corporate insiders will trade more aggressively when there is greater asymmetric information. The objectives of this research are to examine the difference of abnormal return between: 1) before and after insider trading conducted; 2) short term and long term period after insider trading conducted; 3) insider trading with low and high trade volume. This research using the sample from companies listed on the Index S&P I 00 from year 2003 to 2007, and these samples will be divided into two categories where there are 14 companies that conducted insider trading buying and 20 companies conducted insider trading selling. The results from this research indicate that: 1) Corporate insider earned positive abnormal return in the short term after insider trading buying conducted and negative abnormal return after insider trading selling conducted; 2) Corporate insider earned positive abnormal return in the long term period after insider trading buying, but but they did not earned negative abnormal return in the long term period after insider trading selling; 3) The ammount of trade volume shows no significant difference of abnormal return from insider trading buying, but on insider trading selling it proved that if the trade volume higher then the abnormal return generated will be lower. Keywords: Insider Trading, Abnormal Return, Effi cient Market Hypothesis, Asymmetric Information, Trade Volume.

Kata Kunci : Insider trading,Abnormal return,Efficient market hypothesis,Informasi asimetris,Volume perdagangan

  1. S2-FEB-2010-Wiryawan_Kuncoro-Abstract.pdf  
  2. S2-FEB-2010-Wiryawan_Kuncoro-Bibliography.pdf  
  3. S2-FEB-2010-Wiryawan_Kuncoro-Tableofcontent.pdf  
  4. S2-FEB-2010-Wiryawan_Kuncoro-Title.pdf