Respon masyarakat desa terhadap rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) dan implikasinya bagi ketahanan wilayah :: Studi di Desa Balong Kecamatan Kembang Kabupaten Jepara Provinsi Jawa Tengah
BADRUDDIN, Prof. Drs. Kasto,
2010 | Tesis | S2 Ketahanan NasionalPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui reaksi masyarakat desa Balong Kecamatan Kembang Kabupaten Jepara terhadap pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) untuk pasokan energi di Indonesia. Selain itu, penelitian ini juga akan mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi adanya respon masyarakat terhadap rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) dan selanjutnya mengetahui indikasi respon masyarakat terhadap terhadap ketahanan wilayah. Reaksi yang dilakukan oleh masyarakat sebagai bentuk respon terhadap adanya stimuli rencana pembangunan PLTN oleh pemerintah di desa Balong. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggambarkan gejala apa adanya dilapangan. Data primer dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara, yang dilakukang secara langsung ke Desa Balong dengan berbekal pedoman wawancara, untuk dapat menggali informasi secara mendalam dan terarah. Sedangkan data sekundernya adalah studi kepustakaan dan dokumentasi. Untuk menghindari secara kebetulan data, maka dilakaukan wawancara dengan sampel 30 orang responden dan dikuatkan 4 orang informan. Dari hasil temuan di lapangan, adanya rencana pembangun PLTN mengalami gejolak pro dan kontra. Sebagian besar masyarakat Balong menolak PLTN dengan dasar pengetahuan tentang bahaya radiasi, penggusuran lahan (rumah, sawah dan lain sebagainya). Pengetahuan masyarakat tentang PLTN didapatkan dari informasi mahasiswa, koran dan media elektronik. Dalam perencanaan pembangunan PLTN, masyarakat belum pernah diberitahu atau diajak musyawarah secara resmi. Selain itu, dari pemerintah (Batan) juga belum pernah memberikan informasi seimbang mengenai manfaat dan resiko PLTN. Penolakan masyarakat diapresiasikan dengan melakukan demontrasi ke pusat pemerintahan Jepara dan penyegelan lahan penelitian PLTN. Dengan demikian rencana pembangunan PLTN dapat mempengaruhi terhadap ketahanan wilayah Jepara yang meliputu: melemahnya aspek Idiologi, aspek politik, aspek ekonomi, aspek sosial budaya dan aspek Han- Kam, karena mulai dari proses perencanaan pembangunan PLTN sudah tidak menjunjung tinggi asas demokrasi dan asas keterbukaan informasi yang seimbang bagi masyarakat.
This study aims to find out how the villagers react Balong Fireworks Jepara District of nuclear power plant (NPP) for the supply of energy in Indonesia. In addition, this study will also determine the factors that influence the public response to the planned construction of nuclear power plants (NPP) and the subsequent response of society to find indications of regional resilience. The reaction is carried out by the community as a response to the stimulus by the government's plan to build nuclear power plant in the village of Balong. The method used in this study is to describe the qualitative description of symptoms in the field. Primary data in this study is observation and interview, which to do directly to the Village Balong armed with guided interview, to be able to dig deep and directional information. While the secondary data is the study of literature and documentation. To avoid accidental data, the sample doing interviews with 30 respondents and informants confirmed for people. From the findings in the field, the planned of building nuclear power plants (NPP) get a problem pro’s and con’s mostly. The societies Balong refused nuclear power plants (NPP), which based on the known about the danger of radiation and the evictions area (houses, ricefield etc). their known about nuclear power plants only is got from the student of university, news paper and electronic media. In planning of building of nuclear power plants (NPP), the societies were not ever given information yet, or invited yet to join the discussion formally. Besides that, from the government (Batan) didn’t ever give balance information about the advantages (the aseful) and disadvantages (the risk) about nuclear power plants (NPP). The refusing the societies appears in their action on demonstration to the center of Jepara District government and sealing in the field of nuclear power plants (NPP) research. Thus, the planning of construction of nuclear power plants (NPP) will be able to affect the resilience of the Jepara region: the weakening aspects of ideology, political aspects, economic aspects, social aspects and cultural aspects of Han-Kam, as ranging from nuclear power development planning process has been upholding the principle of democracy is not principles of transparency and balanced information to the public.
Kata Kunci : Respon masyarakat,PLTN,Ketahanan wilayah