Laporkan Masalah

Strategi dan peranan pemerintah serta partisipasi kelompok masyarakat dalam rehabilitasi hutan mangrove (Desa Pabean Ilir Kec. Pasekan Kab. Indramayu Prov. Jawa Barat)

KAMSURI, Teuku Yusmaidi, Dr.rer.nat. Djati Mardiatno, S.Si.,M.Si

2010 | Tesis | S2 Geografi

Penelitian ini di laksanakan di Desa Pabean Ilir Kecamatan Pasekan Kabupaten Indramayu Provinsi Jawa Barat, dengan tujuan mengkaji strategi yang diterapkan dan optimalisasi Peranannya oleh Pemerintah Daerah dan partisipasi kelompok masyarakat, serta keterlibatan pihak terkait (Non Pemerintah) dalam kegiatan rehabilitasi hutan mangrove. Metode penelitian yang dingunakan adalah metode survai, dan dalam pengambilan sample menggunakan teknik Stratified Random Sampling. Analisis data dilakukan dengan analisa deskriptif, dengan responden yang terdiri dari Aparat Pemerintah Daerah dan kelompok masyarakat yang terlibat langsung dengan kegiatan rehabilitasi hutan mangrove. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam terhadap aparat Pemerintah Daerah yang terkait, yaitu Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Indramayu. Pengumpulan data terhadap responden yang akan diwawancara dengan kuisioner, terlebih dahulu distratakan tingkatannya yaitu tingkatan umur, jenis pekerjaan, tingkat pendidikan dan lamanya bergabung dengan kelompok mangrove serta lama menetap di Desa bagi masyarakat. Sedangkan observasi lapangan, mengamati secara langsung keberhasilan Program Pemerintah Daerah, dalam menerapkan stategi dan peranannya dalam mengrehabilitasi hutan mangrove. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi dan peranan yang diterapkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Indramayu, dalam rehabilitasi hutan mangrove di Desa Pabean Ilir cukup berhasil. Hal ini dibuktikan dengan berjalannya semua program rehabilitasi, yaitu Program Gerhan dapat rehabilitasi seluas 263,7 Ha, Program Non Pemerintah seluas 98 Ha dan Program Insentif Swadaya seluas 124,5 Ha yang keberhasilannya sangat tinggi. Adapun program penyuluhan memiliki tingkat keberhasilan sedang karena kurangnya personil dan dana yang terbatas. Partisipasi kelompok masyarakat dalam rancangan dan rehabilitasi hutan mangrove sangat tinggi disemua strata. Partisipasi masyarakat sekitar mangrove menunjukkan tingkat partisipasi sangat rendah, karena umumnya masyarakat belum mengerti tentang fungsi hutan mangrove.

The research conducted in Pabean Ilir Village Pasekan District Indramayu Regency East Java Province aims at reviewing the strategies applied and the optimized roles by local government and community groups’ participation, as well as the involvement of related parties (non government) in the rehabilitation of mangrove forest. The research method employed is survey method. Stratified Random Sampling technique is employed in selecting the sample. Data analysis is performed by descriptive analysis, of which the respondents are local government officials and community groups, who are directly involved in the rehabilitation of mangrove forests. The method of data collection adopted in the research is in depth interview carried out with related local government officials, such as Forestry and Plantation Office of Indramayu Regency. Prior to data collection from the correspondents in the form of questionnaire, the correspondents were first classified based on their age, occupation, education level, and length of joining the group of mangroves, as well as, for community, length of staying in the village. In addition, field observation reviews directly the success of local government program in applying its strategy and role in the rehabilitation of mangrove forests. The research results conclude that strategy and role applied by local government of Indramayu Regency in rehabilitating mangrove forest in Pabean Ilir Village are quite successful. This can be seen from the ability to run all rehabilitation programs, such as, Gerhan Program which can rehabilitate an area as large 263,7 Ha, non governmental program as large as 98 Ha, and Self Incentive Program as large as 124,5 Ha. which acquire a very high level of success. On the other hand, socialization programs acquire medium level of success due to the lack of personnel and limited fund. Participation of community groups in the planning and rehabilitation of mangrove forests is extremely high in all levels, whereas the participation of the community living near mangrove forests is extremely low. This is due to the fact that community does not have enough understanding on the function of mangrove forests.

Kata Kunci : Strategi dan peranan pemerintah daerah,Partisipasi kelompok masyarakat,Kab Indramayu,Mangrove,Pesisir


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.