Respon pertumbuhan dan sintesis metabolit sekunder tanaman sambiloto (Andrographis paniculata. Ness) hasil pemberian pupuk dan intensitas cahaya matahari yang berbeda
MALIK, Nurhayu, Dr. Kumala Dewi, M.Sc.St
2010 | Tesis | S2 BiologiPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemupukan dan intensitas cahaya matahari yang berbeda terhadap pertumbuhan dan sintesis metabolit sekunder tanaman sambiloto (Andrographis paniculata Ness) serta umur yang ideal panen untuk mendapatkan kadar metabolit sekunder tertinggi. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktorial 3 x 3. Faktor utama adalah perlakuan pemupukan dengan NPK (Urea 1,2 gram/tanaman, TSP 2,4 gram/tanaman dan KCl 0,6 gram/tanaman), pupuk kandang (1,2 kg/tanaman) dan tanpa pemupukan. Faktor kedua adalah intensitas cahaya matahari yang berbeda masing-masing intensitas cahaya penuh, intensitas cahaya setengah naungan dan naungan penuh. Masing-masing kombinasi perlakuan digunakan 3 ulangan. Pertumbuhan vegetatif diamati pada saat panen 1 dan 2 setelah aplikasi pemupukan dan intensitas cahaya matahari yang berbeda dengan parameter tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan perumpun batang, berat basah tanaman. Pengukuran kadar metabolit sekunder dengan metode HPTLC pada berat kering 50 mg/tanaman untuk setiap kombinasi perlakuan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analysis Of Variance (ANOVA). Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya perbedaan respon tanaman sambiloto terhadap pemupukan dan intensitas cahaya matahari yang berbeda terhadap pertumbuhan tanaman. Pemupukan NPK pada intensitas cahaya 40 % (P2N1) menunjukkan tinggi tanaman yang baik, perlakuan pupuk kandang pada intensitas cahaya 100 % menunjukkan jumlah daun dan jumlah anakan yang baik. Berat basah tanaman terberat ditunjukkan pada perlakuan pupuk NPK dengan intensitas cahaya 60 % dan pupuk kandang pada intensitas cahaya 100 %. Intensitas cahaya berpengaruh pada sintesis metabolit sekunder tanaman sambiloto, jika di panen pada umur 1 bulan kadar andrographolide tertinggi terdapat pada pemberian pupuk NPK dan tanpa pemupukan dengan intensitas cahaya100 %. Pada panen ke 2 (2 bulan), menunjukkan intensitas cahaya tidak berpengaruh pada semua kombinasi perlakuan. Pada penelitian ini pupuk yang digunakan merupakan pupuk yang direkomendasikan untuk mendapatkan mutu simplisia sambiloto yang memenuhi standar MMI (Mineral Medici Internasional).
This study aims to evaluate the effect of fertilization and different light intensity on growth and secondary metabolite synthesis of bitter plant (Andrographis paniculata Ness) and the ideal harvest age to obtain the highest levels of secondary metabolites. The study was conducted using Completely Randomized Design (CRD) with factorial 3 x 3. The main factor is fertilization treatment which consist of three levels : NPK (Urea 1.2 grams / plant, TSP 2.4 g / plant and KCl 0.6 g / plant), animal manure (1.2 kg / plant) and without fertilization. The second factor is the different light intensity which consist of three levels: full light intensity, half-shade and full shade. For Each treatment combination 3 replicates were used.Vegetative growth was observed 1 and 2 months after application of fertilizer and light intensity. Parameters observed were plant height, leaf number, number of tiller, plant fresh weight. Measurement of levels of secondary me tabolites by HPTLC method based on the dry weight of 50 mg / plant for each treatment combination. Data were analyzed using the Analysis Of Variance (ANOVA). The results obtained showed that bitter plant response differently to fertilization and different light intensity on plant growth. NPK fertilization combined with 40 %light intensity of (P2N1) gave highest plant height. Aplplication of manure combined with light intensity of 100% gave higher number of leaves and a good number of tillers. Fresh weight of sambiloto increased when applied with NPK fertilizer with 60% light intensity or with manure with light intensity of 100%. Light intensity effected the synthesis of secondary metabolite of bitter plant, if the harvest was conducted at of 1 month after planting, the highest levels found on NPK fertilizer or without fertilizer with light intensity 100%. When the plants were harvested at 2 months after planting There was no effect of light intensity in all treatment combinations. In this study the fertilizer used meets the quality standards of MMI (Minerals International Medici).
Kata Kunci : Growth,Secondary metabolitesPupuk,Pertumbuhan,Intensitas cahaya,Fertilizers,Light intensity