Bioakumulasi merkuri pada hepar tikus putih (Rattus norvegicus L.) dengan perlakuan kerang darah (Anadara granosa L.) tercemar merkuri
ABA, La, Dra. Mulyati Sarto, M.Si
2010 | Tesis | S2 BiologiMerkuri merupakan salah satu logam berat yang banyak ditemukan di perairan sebagai limbah akibat kegiatan industri dan pertambangan terutama kegiatan penambangan emas. Merkuri memiliki toksisitas dan potensi bioakumulasi yang tinggi dalam organ tubuh khususnya pada hepar sebagai organ target. Berdasarkan hal tersebut, maka dilakukan penelitian ini untuk analisis bioakumulasi merkuri pada hepar, uji SGPT dan SGOT serta pengamatan hepatosit. Dalam penelitian ini digunakan tikus putih (Rattus norvegicus L.) jantan umur 2 bulan dengan berat rata-rata 150 gram. Hewan uji dibagi menjadi 4 kelompok dengan 3 ulangan. Satu kelompok kontrol dan 3 kelompok perlakuan dengan variasi interval pemberian. Kelompok kontrol (K) adalah kelompok hewan yang hanya diberi pakan pellet, sedangkan kelompok perlakuan diberi pakan pellet dengan campuran kerang darah tercemar merkuri dengan perbandingan 3 : 1. Variasi pemberian tersebut adalah setiap hari, dua hari sekali dan tiga hari sekali selama 1 bulan. Paramater pengamatan meliputi kadar merkuri hepar, kadar SGPT dan SGOT, serta hepatosit tikus putih. Data kuantitatif berupa kadar merkuri hepar, kadar SGPT dan SGOT dianalisis secara statistika dengan uji one way ANOVA ( = 0,05). Untuk mengetahui adanya perbedaan antara kelompok satu dengan kelompok yang lain dilakukan uji Jarak Berganda Duncan (Duncan’s Multiple Range Test = DMRT) menggunakan Program SPSS-15. Data kualitatif berupa kondisi hepatosit tikus putih dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan dengan campuran kerang darah tercemar merkuri dapat mengakibatkan bioakumulasi merkuri pada hepar dengan kadar secara berurutan PI, PII, dan PIII yaitu 21,37 ppb, 17,05 ppb dan 8,25 ppb. Kandungan merkuri pada kelompok kontrol (K), yang hanya diberi pakan pellet tidak terdeteksi pada batas deteksi 0,62 ppb. Kadar SGPT secara berurutan PI, PII dan PIII yaitu 59,30 UI/L, 43, 60 UI/L dan 41,30 UI/L. Kelompok perlakuan dengan pakan campuran kerang darah tercemar merkuri menyebabkan terjadinya kerusakan hepatosit.
Mercury is one of heavy metals founded in great number in waters as a waste resulting of industrial activities and mining especially gold mining. Mercury has a toxicity and high bioaccumulation potential in organs, especially in liver as target organ. Based on the issue, this research is conducted to analyze mercury bioaccumulation in the liver, SGPT and SGOT level as well as hepatocytes observations. In this experiment, it was used 2 months aged of male rat (Rattus norvegicus L.) with 150 gram weight. Animals model were divided into 4 groups with 3 replications, the control and 3 treatment groups with the variation interval. The control group (K) was animals fed with pellets only, whereas the treatment groups were fed with pellets by a mixture of bivalves contaminated mercury with ratio of 3: 1. Those variations were done every day, twice a day and once every three days for one month. Parameters include the of observation of hepatic mercury levels, SGPT and SGOT level as well as the structur of hepatocytes of rat. Hepatic mercury level, SGPT and SGOT levels are analyzed statistically by one way ANOVA test (α = 0.05) and than difference between one group with another group analyzed by Duncan's Multiple Range Test = DMRT. The qualitative data of hepatocytes condition of the rat was analyzed descriptively. The result showed that rats fed with mercury contaminated bivalves resulted mercury bioaccumulation in the liver with mercury level of PI, PII, PII were 21.37 ppb, 17.05 ppb and 8.25 ppb respectively. Whereas, the mercury content in the control group (K), which was only fed with pellets, does not detect at the detection limit of 0.62 ppb. Similarly, the SGPT level of PI, PII, PIII were 59.30 UI/ L, 43, 60 UI/L and 41.30 UI/L respectively. While, the treatment groups were resulted damage of hepatocytes.
Kata Kunci : Bioakumulasi merkuri, Kadar SGPT, SGOT, Anadara granosa L, Tikus putih (Rattus norvegicus L)