Proses partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan program pengembangan lingkungan permukiman berbasis komunitas
SUKSESNO, Prof. Ir. Achmad Djunaedi, MURP.,Ph.D
2010 | Tesis | S2 MPKDProgram Pembangunan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas adalah salah satu program pembangunan yang mengikut sertakan masyarakat dalam setiap tahapan pelaksanaannya. Mengajak masyarakat untuk melakukan identifikasi sosial terhadap lingkungannya, sehingga terlihat kelemahan dan kelebihan potensi yang ada. Keikut-sertaan masyarakat dalam melakukan sesuatu dapat disebut sebagai partisipasi. Penelitian ini adalah penelitian eksplanatoris dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, observasi langsung, pemeriksaan dokumen dan rekaman arsip. Analisis data dilakukan dengan teknik penjodohan pola dan studi kasus komparatif. Hasil temuan dan analisis lintas kasus selanjutnya diinterpretasikan dan dilakukan pengembangan generalisasi natural. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa proses partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan program pengembangan lingkungan permukiman berbasis komunitas mengalami perubahan bentuk dan memiliki perbedaan antara wilayah rural dan wilayah urban. Dimensi yang diukur adalah spasial dan sosial budaya. Partisipasi masyarakat mengalami perubahan dari takut, ikut-ikutan menjadi kesadaran, hal ini dipengaruhi oleh dimensi sosial budaya dan spasial. Wilayah rural masih memiliki keunikan sosial budaya yang mempengaruhi bentuk partisipasi masyarakat. Kebanggaan wilayah merupakan bagian dari sosial budaya yang turut mempengaruhi perubahan bentuk partisipasi masyarakat, sehingga bentuk partisipasi yang muncul akhirnya menjadi kesadaran karena masyarakat memiliki kebanggaan wilayah. Bentuk partisipasi masyarakat wilayah urban berubah menjadi kesadaran karena faktor pragmatis masyarakat setempat. Kepentingan masyarakat untuk mengatasi permasalahan lingkungan menjadi faktor penyebab perubahan bentuk partisipasi masyarakat tersebut.
Community-Based residential development, is one of the development program involving community in every stage of its implementation. This program Invite community to do social identification in their local environments, to be able to access the advantages and disadvantages of the existing environment. Study process can be called as participation. This research was eksplanatoris with case study method. Data was collected by interviews, direct observations, and examinations of documents and tape archives. Data analysis was done by comparative case studies. The findings and cross-case analysis is interpreted and used for generalizations. The studys shows that public participation process in the implementation of development programs community-based residential environments experienced changes in shape and has a difference between rural and urban areas. The measured dimensions are spatial and culture. Participation delivery changed from fear, chimed into consciousness, it is influenced by culture and spatial dimensions. Rural areas still has a unique culture affecting the form of public participation. Pride of the region is part of culture that influence changes in the form of public participation, so that the forms of participation that emerged at last into the public consciousness because it has a pride of the region. Forms of community participation turned into urban areas because of the pragmatic awareness of local communities. The need of community interests to address environmental problems in their area fasced then to changes the form of community participation.
Kata Kunci : Partisipasi masyarakat, Kebanggaan, Pragmatis