Laporkan Masalah

Dampak pembangunan mini market di Kota Yogyakarta

MALEWA, Bangke Simbong, Ir. Leksono Probo Subanu, MURP.,Ph.D

2010 | Tesis | S2 MPKD

Hadirnya mini market merupakan fenomena baru, di kota-kota Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persebaran mini market, jangkauan layanan mini market dan karakteristik konsumen mini market. Penelitian ini dilakukan di kota Yogyakarta. Pengambilan data dilakukan secara purposive sampling. Metode ini dipilih karena tidak adanya data statistik yang mencatat jumlah konsumen mini market sejak beroperasi di Yogyakarta. Proses pengumpulan data dilakukan dalam tiga tahapan, yakni suvey untuk memetakan lokasi mini market, kuisioner untuk konsumen mini market dan wawancara pendagang kios / warung untuk sinkronisasi dari hasil kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampai Desember 2009, terdapat 38 otlet mini market yang berporasi di kota Yogyakarta, 35 mini market nasional dan 3 mini market lokal dengan pola persebaran bersifat suscipent & Ribbon. Sedangkan untuk radius jangkauan layanan, terdapat perbedaan antara mini market nasional dan mini market lokal, masing-masing 250 m dan 500 m. Kehadiran mini market ”mengancam” pedagang kios/warung yang berada pada radius jangkauan layanan hal ini terlihat dari hasil penelitian terhadap 339 responden, dimana 79.94% konsumen mini market awalnya adalah konsumen kios/warung, dan setelah berbelanja di mini market 92.04% konsumen lebih sering berbelanja di mini market. Hal lain yang mengemuka dari penelitian ini adalah jumlah konsumen mini market nasional lebih banyak dari mini market lokal, hal ini disebabkan mekanisme pemilihan lokasi. Pada mini market lokal pemilihan lokasinya tidak didasarkan atas analisa teknis, pertimbangan lebih pada faktor kepemilikan bangunan dan tanah sedangkan pada mini market nasional dibentuk tim yang bertugas menganalisa kelayakan lokasi sebelum sebuah otlet didirikan.

The existence of Mini market is a new phenomenon in Indonesia cities. This research aims to know the geographic distribution of mini market, the service area, and its consumers characteristics. This research was conducted in Yogyakarta city. The sampling method used in obtaining data was purposive sampling. This method was chosen because there was no statistic data about the number of consumers. Data collection techniques were done in three stages; they were survey to mapping the mini market location, questioner for consumers and interview the kiosk merchants to get synchronization from the questioner. The research shows that until December 2009, there are 38 mini market outlets which operated in Yogyakarta city, 35 of them are national, while 3 are local mini markets with spread out throughout the city in suscipent & Ribbon patterns. There are differences in service area between national mini market and local mini market, in which are 250 meters and 500 meters each.purposely. The presence of mini market “threaten” the kiosk merchants who were on scope service location. This was showh from indication that research result to 339 respondents, 79.94% mini market consumers were moved from kiosk consumers and after shopped in mini market. This research also found that the number of national mini market consumers were more than local mini market consumers. This was caused by the location, Local mini market tend to choose location not based on technical analysis but more on the building and land owner snip factor. While on national mini market they formed a team to systematic analyze, the best location for facile mini market

Kata Kunci : Mini market, Geographic distribution, Area consumers, Shift, Persebaran, Jangkauan layanan, Perpindahan konsumen


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.