Laporkan Masalah

Analisis pengembangan komoditas kelapa di Provinsi Maluku Utara

HASAN, Kuraisin A, Prof. Dr. Ir. Irham, M.Sc

2010 | Tesis | S2 Magister Manajemen Agribisnis

Penelitian ini bertujuan 1) Untuk mengetahui tingkat luas areal, produksi dan nilai produksi komoditas kelapa di masing-masing kabupaten/kota Provinsi Maluku Utara; 2) Untuk mengetahui trend luas areal dan produksi komoditas kelapa pada kabupaten/kota di Provinsi Maluku Utara; 3) Untuk mengetahui posisi komoditas kelapa sebagai komoditas unggulan pada kabupaten/kota di Provinsi Maluku Utara. Metode dasar yang digunakan adalah deskriptif analisis. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder (time series) dari tahun 2003-2008. Metode analisis yang digunakan adalah Location Quotient (SLQ dan DLQ) dan analisis trend. Hasil penelitian menunjukan bahwa luas areal, produksi dan nilai produksi komoditas kelapa pada kabupaten/kota di Provinsi Maluku Utara dari yang terluas adalah Kabupaten Halmahera Utara, Kepulauan Sula, Halmahera Selatan, Halmahera Barat, Kota Tidore Kepulauan, Halmahera Tengah, Halmahera Timur dan Kota Ternate. Trend pertumbuhan areal perkebunan kelapa positif dan signifikan adalah Halmahera Utara, Halmahera Barat, Kota Ternate dan Tidore Kepulauan. Trend produksi positif dan signifikan adalah Halmahera Utara. Trend produksi negatif dan signifikan adalah Halmahera Timur, dan Kota Tidore Kepulauan. Reposisis menjadi kawasan unggulan adalah Halmahera Selatan dan Kota Ternate. Reposisi menjadi kawasan potensial Halmahera Utara, Halmahera Barat dan Kepulauan Sula.

The objectives of the study are: 1) assessing the planted area, production and production value of coconut commodity in each regency/municipality of North Maluku Province; 2) identifying planted area and production trend of coconut commodity in regencies/municipalities of North Maluku Province; 3) recognizing coconut commodity as leading (base) commodity in regencies/municipalities of North Maluku Province. Secondary data (time series) of year 2003-2008 are used. Location Quotient (SLQ and DLQ) and trend analysis are employed as analysis method. The result reveals that planted area, production and production value of coconut commodity in North Halmahera Regency is the highest, followed by Sula Islands, South Halmahera, West Halmahera, Tidore Island City, Mid-Halmahera, East Halmahera and Ternate City. Planted area trend of coconut plantation from the highest are: North Halmahera,Ternate City and Tidore Island. For production trend are held by East Halmahera and Tidore Island, positively and significantly. Reposition as leading area is South Halmahera and Ternate City. Reposition as potential areais North Halmahera, West Halmahera and Sula Island.

Kata Kunci : Pengembangan komoditas kelapa,Kawasan unggulan dan trend,Coconut comodity development,Leading area,Trend


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.