Laporkan Masalah

Hubungan intensitas kebisingan, umur masa kerja dan kondisi kesehatan telinga dengan gangguanpendengaran pada pekerja di ruang mesin kapal ASDP Indonesia Ferry Balikpapan

BENU, Virgamaliel, Dr. dr. Lientje Setyawati Maurits, MS.,Sp.OK

2010 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Kerja

Lingkungan kerja yang memiliki intensitas bising diatas nilai ambang batas dapat menimbulkan gangguan pendengaran pada pekerja. Kebisingan di ruang mesin kapal PT. Indonesia Ferry Balikpapan kurang mendapat perhatian, sehingga dapat menimbulkan gangguan pendengaran pada pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan intensitas kebisingan, umur, masa kerja dan kondisi kesehatan telinga dengan gangguan pendengaran pada pekerja di ruang mesin kapal PT. Indonesia Ferry Balikpapan. Jenis Penelitian adalah explanatory research, dengan rancangan cross sectional. Jumlah populasi adalah 32 orang dan sampel diambil dengan teknik total populasi yaitu mengambil seluruh populasi menjadi sampel penelitian. Intensitas kebisingan diukur menggunakan Sound Level Meter, gangguan pendengaran diukur dengan menggunakan audiometer, sedangkan umur, masa kerja dan kondisi kesehatan telinga diukur dengan kuesioner. Analisis menggunakan uji Anakova. Dari hasil pengukuran audiometri diketahui bahwa dari 32 orang pekerja, terdapat 81,25% pekerja mengalami gangguan ringan pada telinga kanan, 15,62% mengalami gangguan sedang dan 3,13% normal, sedangkan pada telinga kiri 68,75% pekerja mengalami gangguan pendengaran ringan, 15,62% mengalami gangguan sedang dan 15,62% normal. Berdasarkan hasil uji Anakova untuk telinga kanan, variabel umur dan intensitas memiliki hubungan bermakna terhadap gangguan pendengaran, nilai signifikan untuk umur dan intensitas masing-masing adalah 0,47 dan 0,17 (p < 0,05). Pada telinga kiri, variabel umur dan intesitas kebisingan juga memiliki hubungan bermakna terhadap gangguan pendengaran, nilai signifikan untuk umur dan intensitas bising masing-masing adalah 0,28 dan 0,21 (p < 0,05). Dari nilai signifikan, intensitas kebisingan terbukti memiliki hubungan paling signifikan. Jadi intensitas kebisingan memiliki hubungan paling signifikan dengan gangguan pendengaran yang juga tidak mengabaikan faktor umur sebagai pertimbangan.

Working fieid with exceeding noise intensity of the threshold limit might cause hearing loss to the workers at engine room. Noise at ship engine room PT. Indonesia Ferry Balikpapan less earn concern so that might cause hearing loss to the workers. The research was made to find out the the relationship between noise intensity, age, working period, ears health and hearing loss of workers at ship engine room PT. Indonesia ferry Balikpapan. The research was an explanatory one with cross sectional approach. There were 32 people as the population number, and the sample was taken using total population technique, that was having the whole population as the object of the research. The noise rate was measured using sound level meter, hearing loss was measured using audiometer, while the age, working period, and ears health were determined through questionnaires. The analysis was done using anacova experiment. Based on the audiometric measurement, there was 81.25% of 32 workers got light disturbance on their ears, 15.62% had middle disturbance, and 3.13% were normal. Meanwhile 68.75% of the workers experienced light disturbance on their left ears, 15.62% got the middle and 15,62% were normal. According to ancova experiment on right ear, age and noise intensity had significant influence toward hearing loss at 0.47 and 0.17 (p<0.05) for each variable. In addition, for the left ear, age and noise intensity had the same significant effect of 0.28 and 0.21 (p<0.05) for each. Considering the significant value, noise intensity was proven to be the most significant variable causing without ignoring age of the workers.

Kata Kunci : Intensita kebisingan,Umur,Masa kerja,Kondisi kesehatan telinga,Gangguan pendengaran, noise intensity, age, working period,ears health, hearing loss


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.