Pengaruh fase pengobatan tuberkulosis paru pada anak perempuan berusia 7-10 tahun terhadap gingivitis dan volume cairan sulkus gingiva :: Kajian di RSUD Bontang
RATNASARI, Hena, drg. Siti Bale Sri Rantinah, SU.,SpKGA(K)
2010 | Tesis | S2 Kedokteran GigiPrevalensi penderita TBC paru anak di kota Bontang menunjukkan angka yang cukup tinggi (19%). Pengobatan TBC terdiri atas dua fase yaitu fase intensif (isoniazid, rifampisin dan pirazinamid) dan fase lanjutan (isoniazid,rifampisin). Obat antituberculosis dapat mengaktifkan sistem komplemen pada gingiva, yang mengakibatkan terjadinya inflamasi gingiva. Pada proses inflamasi, volume cairan sulkus gingiva akan meningkat seiring dengan peningkatnya proses inflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fase pengobatan TBC terhadap gingivitis dan volume cairan sulkus gingiva. Penelitian epidemiologi analitik dengan pendekatan cross-sectional pada 88 anak perempuan penderita tuberkulosis berusia 7-10 tahun yang diambil secara selective random sampling dari kartu status di RSUD Bontang Kalimantan Timur. Setiap subyek penelitian dilakukan pengukuran indeks gingiva menurut Loe Sillnes dan pengambilan cairan sulkus gingiva dengan menggunakan filter papper strip kemudian dihitung volumenya menggunakan mikroskop traveling. Hasil analisis statistik Friedman dan Repeated Anova menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna terhadap gingivitis dan volume cairan sulkus gingiva pada kontrol, fase intensif , fase lanjutan I dan fase lanjutan II (p<0,05).Korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan positif antara gingivitis dengan volume cairan sulkus gingiva (p<0,01).Kesimpulan dari penelitian ini adalah fase pengobatan tuberkulosis paru berpengaruh terhadap gingivitis dan volume cairan sulkus gingiva, sertapeningkatan gingivitis akan diikuti dengan peningkatan volume cairan sulkus gingiva.
Prevalance child of lung Tuberculosis in Bontang city showed was high (19%). Medication of lung Tuberculosis consist of intensive phase (isoniazid,rifampicin, pyrazinamid) and continual phase (isoniazid, rifampicin).Medication for lung Tuberculose may reactivated complemen gingiva system,effected inflammation of gingival. In inflammation processes, the gingival crevicular fluid volume increased simultaneously with the increased of inflammatory processes. The aim of study was to investigate the effect of medication phase for lung Tuberculosis to gingivitis and gingival crevicular fluid volume. The analytical epidemiologic study with cross-sectional approach was performed at 88 girls with lung Tuberculosis aged 7-10 years old, taken with selective random sampling from medical record at Bontang Hospital East Kalimantan. Each subject measured their gingival index according Loe Sillnes to be measured the severity and the gingival creviculer fluid taken with Filter Papper Strip to measured the volume with travelling microscope. Statistical analysis Friedman and Repeated Anova the difference the gingivitis and sulcus gingival fluid volume at control, intensive phase, continued I phase and continued II phase (p<0,05). Spearman correlation showed that there was correlation between gingivitis with gingival sulcus fluid volume (p<0,01).In conclution of this study that the medication phase for lung Tuberculosis may effected with gingivitis and gingival sulcus fluid volume,and there was an increasing of gingivitis will followed an increasing of gingival sulcus fluid volume.
Kata Kunci : Tuberkulosis paru,Gingivitis,Volume cairan sulkus gingiva