Perbandingan keberhasilan pemasangan LMA (Laryngeal Mask Airway) proseal pada percobaan pertama (First attempt success rate) antara tehnik jaw thrust dengan tehnik standar digital
PASTIKA, I Gede, dr. Bhirowo Yudho Pratomo, Sp.An-K
2010 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran KlinikDimensi dan ukuran Laryngeal Mask Airway (LMA) Proseal yang lebih besar dan lebih lentur dibandingkan alat supraglotis sejenisnya, mengakibatkan pemasangannya menjadi lebih sulit. Dengan tingkat keberhasilan pada pemasangan pada percobaan pertama sekitar 80% menyebabkan penggunaan alat ini kurang memuaskan meskipun unggul dalam hal ventilasi tekanan positif, perlindungan jalan nafas dan dapat digunakan berulang kali. Penerapan tindakan jaw thrust dalam membuka jalan nafas sudah merupakan prosedur baku dalam penanganan jalan nafas, namun pengaruhnya terhadap keberhasilan pemasangan LMA Proseal belum diketahui sepenuhnya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hipotesis bahwa keberhasilan pemasangan LMA Proseal pada percobaan pertama dengan tehnik jaw thrust lebih tinggi dibandingkan dengan tehnik standar digital. Merupakan sebuah penelitian prospektif, randomized open trial yang akan dilakukan pada 78 orang pasien (ASA I atau II) yang menjalani operasi dengan anestesi umum. Pasien dilakukan randomisasi menjadi dua kelompok yang akan mendapatkan Tehnik standar digital sebagai kelompok S, dengan jumlah subyek 39 pasien dan tehnik jaw thrust sebagai kelompok J, dengan jumlah subyek 39 pasien. Keberhasilan pemasangan pada percobaan pertama dibandingkan antara kedua kelompok.
Laryngeal Mask Airway (LMA) Proseal has bigger dimension and soft consistency compare with other supraglotic devices. This Characteristic allied to better sealing on positive pressure ventilation and airway protection but the other hand the difficulties of it’s insertion is increase. With the first time successful insertion rate of 80% on digital standard insertion technic is not satisfied enough for such a quick and simple application devices. The application of jaw thrust on airway patency is well understood in anesthesiology field, but It’s effect on the succes of LMA Proseal insertion is not known. This study aim to test the hypothesis that the first attempt success rate of LMA Proseal insertion is higher in jaw thrust technic compared with digital standard technic. A prospective, randomized open trial study will be performed in 78 healthy patients (ASA I or II) undergoing general anesthesia. Patients were randomly allocated into one of two groups to receive Jaw thrust methode as group J, with subject of 39 patients and digital standard as group S, with subject of 39 patients. The first attempt success rate was compared between the groups.
Kata Kunci : Pemasangan LMA proseal,Keberhasilan pemasangan pada percobaan pertama,Tehnik standar digital,Tehnik jaw thrust