Laporkan Masalah

Pengaruh pertumbuhan ekonomi dan inflasi terhadap tingkat pengangguran terbuka di Indonesia, 1993-2008

PAWESTRI, Trining Dyah, Prof. Mudrajad Kuncoro, Ph.D

2010 | Tesis | S2 Magister Ekonomika Pembangunan

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) bagaimana perkembangan tingkat pengangguran terbuka di seluruh provinsi Indonesia; (2) bagaimana hubungan kausalitas antara pertumbuhan ekonomi dan inflasi terhadap tingkat pengangguran terbuka; (3) bagaimana pengaruh pertumbuhan ekonomi dan inflasi terhadap tingkat pengangguran terbuka sebelum dan sesudah krisis ekonomi tahun 1998. Dalam penelitian ini digunakan data sekunder yang terdiri dari data tingkat pengangguran terbuka, data PDRB, inflasi dan jumlah pengangguran, dengan unit analisis meliputi 26 provinsi dengan periode waktu 16 tahun (1993-2008). Hasil analisis tren menunjukkan bahwa tingkat pengangguran terbuka di sebagian besar provinsi di Indonesia menunjukkan tren kubik. Tingkat pengangguran terbuka dengan pola berbeda terjadi di Provinsi DKI Jakarta, Bali dan Sulawesi Tengah yang menunjukkan tren kuadratik. Uji kausalitas Granger menunjukkan bahwa terdapat hubungan kausalitas satu arah antara pertumbuhan ekonomi dan tingkat pengangguran terbuka. Hubungan kausalitas dua arah terjadi antara inflasi dan tingkat pengangguran terbuka. Berdasarkan hasil regresi menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi dan inflasi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat pengangguran terbuka di seluruh provinsi Indonesia. Peningkatan pertumbuhan ekonomi sebesar 1 persen akan menurunkan tingkat pengangguran sebesar 0,962 persen. Sementara kenaikan inflasi sebesar 1 persen hanya mampu menyebabkan penurunan tingkat pengangguran sebesar 0,015 persen. Hasil regresi juga menunjukkan bahwa peningkatan jumlah pengangguran sebesar 1 persen akan menyebabkan tingkat pengangguran meningkat 3,507 persen. Krisis ekonomi berpengaruh positif terhadap tingkat pengangguran terbuka dengan nilai koefisien sebesar 0,828 dan signifikan pada α=0,01. Nilai koefisien menunjukkan pada periode setelah krisis maka tingkat pengangguran terbuka lebih tinggi sebesar 0,828 persen daripada sebelum krisis, dengan asumsi ceteris paribus.

This research attempts to analyze: (1) how the development of open unemployment in all provinces of Indonesia; (2) how the causal relationship between economic growth and inflation on the level of open unemployment, (3) how the influence of economic growth and inflation on the level of unemployment before and after the 1998 economic crisis. This study used secondary data consisting of the open unemployment rate, GDP, and inflation rate. The unit of analysis covers 26 provinces with 16-year period (1993-2008). The result of trend analysis shows that the open unemployment rates all of Indonesia showed cubic trends. The different pattern of the unemployment rate occurred in the provinces of DKI Jakarta, Bali and Central Sulawesi which showed quadratic trends. Granger causality test showed that there was a one-way causality between economic growth and the unemployment rate. There is a twoway causality between inflation and unemployment. Based on the regression results indicate that economic growth and inflation have negative effect and significant to the unemployment in all provinces of Indonesia. The increased of economic growth by 1 percent would reduce the unemployment rate at 0.962 percent. While the increase in inflation by 1 percent caused a decrease in the unemployment rate at 0.015 percent. The regression results also indicate that the increase of the unemployment rate by 1 percent point will cause the unemployment rate increased by 3.507 percent. The economic crisis has positive influence on the open unemployment rate with a coefficient of 0.828 and significant at α = 0.01. Coefficient values shown in the period after the crisis, the unemployment rate of 0.828 percent higher, assuming ceteris paribus.

Kata Kunci : Tingkat pengangguran terbuka, Pertumbuhan PDRB, Inflasi, Analisis tren, analisis kausalitas Granger, Regresi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.