Kausalitas jumlah wisatawan dengan pajak hotel dan restoran di Kabupaten Sleman
QOMARU, Ihwan, Prof. Dr. Iswardoyo S. Permono, M.A
2010 | Tesis | S2 Magister Ekonomika PembangunanDaerah Istimewa Yogyakarta merupakan salah satu daerah tujuan wisata yang banyak dikunjungi wisatawan baik wisatawan asing maupun domestik. Hal ini tentunya membawa dampak multiplier pada pertumbuhan daerah. Salah satu dampak dari kunjungan wisatawan adalah penerimaan pajak dari hotel dan restoran yang menjadi salah satu sumber pembiayaan pembangunan. Dengan semakin banyaknya kunjungan wisatawan, maka tentunya akan semakin besar pula penerimaan pajak hotel dan restoran sebagai salah satu pos Pendapatan Asli Daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kausalitas antara jumlah wisatawan dengan penerimaan pajak hotel dan restoran. Obyek penelitian adalah Kabupaten Sleman sebagai daerah penyumbang utama PAD sektor pariwisata di Provinsi DIY. Data sekunder yang digunakan adalah data jumlah kunjungan wisatawan dan penerimaan pajak hotel dan restoran di Kabupaten Sleman selama periode waktu 1995-2009. Alat analisis yang digunakan adalah uji kausalitas Granger. Dari beberapa uji kausalitas Granger yang dilakukan pada berbagai kelambanan, maka hubungan kausalitas satu arah hanya terjadi pada kelambanan ke-13 yang dapat dimaknai bahwa pengaruh jumlah wisatawan terhadap penerimaan pajak hotel dan restoran terjadi setelah 3 tahun. Hal ini dimungkinkan karena perbedaan fluktuasi dua variabel data pada periode penelitian, disamping juga adanya faktor kelembagaan dimungkinkan menghambat mekanisme pelaporan data penerimaan pajak, baik yang terjadi pada hotel dan restoran maupun pada institusi pengolah pajak. Dalam hal ini efektivitas dan efisiensi pajak daerah masih rendah. Pemerintah Daerah dengan dukungan Pemerintah Pusat harus terus meningkatkan promosi kepariwisataanya agar dapat mendongkrak tingkat kunjungan wisatawan ke daerah, dengan diikuti perbaikan, transparansi manajemen pengelolaan hasil/perolehan pajak daerah dan networking pelaku pariwisata yang baik, sehingga pada akhirnya akan dapat mendorong pencapaian pajak daerah, khususnya pajak hotel dan restoran yang semakin optimal.
Yogyakarta Special Province (DIY) is one of tourist destination visited by many foreign and domestic tourists. It gives multiplier effect to the local growth. One of the effects of tourist visit is tax receipt from hotel and restaurant that become one source of development fund. The more the visitor, the greater the tax receipt of hotel and restaurant as one of Original Local Receipt. This research is aimed at identifying the causality between the number of tourist with the hotel and restaurant tax. The research object is Sleman Regency as the prime contributor of tourism receipt in DIY Province. This research uses secondary data that consists of the number of visitors and hotel and restaurant tax receipt in Sleman Regency during 1995-2009 period. The analysis tool is Granger causality test. After applying several Granger Causality test to several inertias, it is proved that one way causality relationship only happens to thirteenth inertia which means that the influence of the number of visitor toward hotel and restaurant tax receipt happens after three years. It is possibly caused by the difference of two variable data fluctuations in the research period, besides institution factor that possibly impede the mechanism of tax receipt data report. In this case the effectiveness and efficiency of regional tax which is still low. The local government with the support of central government should increase the promotion of the tourism so that it can elevate the tourist arrival, followed by improvement, management transparency of the result/ local tax receipt and good tourism stakeholder, therefore it can fulfill optimal hotel and restaurant tax target.
Kata Kunci : Jumlah wisatawan, Pajak hotel dan restoran, Tourists arrival