Laporkan Masalah

Potensi pendapatan asli daerah dari perkebunan kelapa sawit dan hutan bekas tebangan di Kalimantan Timur

PAMBUDHI, Atika, Prof. Dr. Prasetyo Soepono, M.B.A

2010 | Tesis | S2 Magister Ekonomika Pembangunan

Tujuan dari penelitian ini ialah untuk menganalisis kelaikan serta potensi pendapatan asli daerah dari perkebunan kelapa sawit dan hutan bekas tebangan dalam konteks perdagangan karbon dalam jangka panjang sehingga dapat diketahui apakah kebijakan pemerintah yang mendukung perkebunan kelapa sawit sesuai dengan konsep pembangunan yang berkelanjutan dan berkesinambungan. Penelitian ini menggunakan metode analisis Net Present Value (NPV) dan analisis trend. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pada perkebunan kelapa sawit skala besar (10.000 ha) dengan menggunakan NPV diperoleh hasil sebesar Rp6.992.902.372,- atau Rp699.290,- per hektar, artinya bahwa proyek perkebunan kelapa sawit laik secara finansial; (2) trend potensi pendapatan asli daerah dari perkebunan kelapa sawit menunjukkan grafik parabola yang cembung dengan pendapatan pemerintah maksimum pada tahun ke-17 yaitu sebesar Rp97.377.324,- setelah itu mulai menurun hingga pada tahun ke-25 mencapai Rp11.657.446,- sehingga meski memberikan kontribusi yang cukup besar bagi pemerintah maupun bagi masyarakat, namun kurang sesuai dengan konsep pembangunan berkelanjutan; (3) analisis NPV pada hutan bekas tebangan untuk disertakan dalam perdagangan karbon dilakukan pada beberapa tingkat harga yaitu US$5, US$10 dan US$15. Hutan bekas tebangan dalam penelitian ini dibagi menjadi 3 kelompok yaitu hutan dengan potensi rendah, sedang dan tinggi. Berdasarkan analisis finansial, investasi pada hutan bekas tebangan untuk disertakan dalam perdagangan karbon pada berbagai tingkat harga dan potensi layak untuk dilaksanakan; (4) pendapatan asli daerah provinsi Kalimantan Timur dari perdagangan karbon dari masing-masing potensi hutan dengan harga US$5, US$10 dan US$15 menunjukkan trend yang terus meningkat karena kemampuan hutan menyerap karbon setiap tahunnya semakin bertambah, sehingga pemanfaatan hutan bekas tebangan melalui perdagangan karbon sesuai dengan konsep pembangunan yang berkelanjutan.

The purpose of this study is to analyze the feasibility and the potential local government revenues from oil palm plantation and logged-over forests in the context of carbon trading in the long term so as to know whether government policies that support the oil palm plantation in accordance with the concept of sustainable development. This study used the method of analysis of Net Present Value (NPV) and trend analysis. The results showed that: (1) on large scale oil palm plantations (10.000 ha) by using the NPV obtained yield was Rp6.992.902.372,- or Rp699.290,- per hectare, meaning that the oil palm plantation project is financially feasible; (2) trend of potential local government revenues of East Kalimantan from oil palm plantations showed a convex parabola graphs with maximum government revenue at 17th year in the amount of Rp97.377.324,- after that began to decline until the 25th year reached Rp11.657.446,- so even though contributed significantly to the government and for society, but less in accordance with the concept of sustainable development; (3) NPV analysis on logged-over forests to be included in carbon trading done at some price level is US$5, US$10 and US$15. Logged-over forests in this study were divided into 3 groups with a potential forest low, medium and high. Based on financial analysis, investment in logged-over forests to be included in carbon trading at different price levels and the potential is feasible; (4) local government revenues of East Kalimantan of carbon trade of each forest potential price of US$5, US$10 and US$15 shows a increase trend because the ability of forests to absorb carbon each year are increasing rapidly, so the utilization logged-over forest through carbon trading in accordance with the concept of sustainable development.

Kata Kunci : Perkebunan kelapa sawit, Perdagangan karbon, Potensi pendapatan asli daerah, Net present value, Analisis trend


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.