Laporkan Masalah

Kelayakan dana bergulir ekonomi produktif dalam pendekatan proses belajar sosial :: Kelayakan dana bergulir ekonomi produktif dalam pendekatan proses belajar sosial program penanggulangan kemiskinan di perkotaan (P2KP) di Desa Hargomulyo, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul

WIBOWO, Ari, Prof. Dr. Muhadjir M. Darwin

2010 | Tesis | S2 Administrasi Negara

Kemiskinan merupakan masalah serius yang dihadapi oleh Desa Hargomulyo. Kondisi daerah yang berbukit-bukit dengan curah hujan minim yang hanya mencapai 2.000-3.000 mm per tahun tampaknya berdampak pada tingginya angka kemiskinan. Jumlah KK miskin mencapai 70,87% dari jumlah KK seluruhnya merupakan jumlah yang cukup tinggi. Dana bergulir P2KP merupakan suatu program untuk mengatasi masalah kemiskinan dengan pendekatan yang berbasis pada prinsipprinsip pemberdayaan masyarakat. Hal ini berarti memberikan kepercayaan kepada masyarakat Desa Hargomulyo untuk menentukan arah dan tujuan kegiatan mereka selaku pelaku utama dana bergulir P2KP di wilayah Hargomulyo. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kelayakan dana bergulir kegiatan ekonomi produktif dalam pendekatan proses belajar sosial Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan (P2KP) di Desa Hargomulyo, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, memberikan uraian deskriptif tentang segala sesuatu yang terkait dengan dana bergulir kegiatan ekonomi produktif. Lokasi penelitian di Desa Hargomulyo, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul. Responden yang dipilih dalam penelitian ini adalah masyarakat penerima manfaat program dan pengurus BKM. Kelayakan program dana bergulir kegiatan ekonomi produktif P2KP dalam pendekatan proses belajar sosial merupakan kesesuaian antara mereka yang dibantu (beneficiaries), program itu sendiri dan BKM sebagai organisasi pelaksana program. Dengan kata lain program dikatakan tidak layak atau gagal apabila tidak ada hubungan yang erat antara kebutuhan-kebutuhan penerima bantuan dengan hasil program, antara persyaratan tugas dengan kemampuan nyata BKM dan antara kemampuan mengungkapkan kebutuhan penerima bantuan dengan proses pengambilan keputusan dalam BKM. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa belum ada kesesuaian antara kemampuan mengungkapkan kebutuhan oleh beneficiaries dengan proses pengambilan keputusan dalam organisasi BKM, antara persyaratan tugas dengan kemampuan nyata BKM, dan antara kebutuhan-kebutuhan beneficiaries dengan hasil program dana bergulir. Sehingga dapat disimpulkan dana bergulir kegiatan ekonomi produktif P2KP di Desa Hargomulyo dalam pendekatan proses belajar sosial tidak layak atau gagal. Upaya yang dapat ditempuh oleh pengurus BKM untuk menyelesaikan masalah tersebut yaitu; pengurus BKM harus lebih aktif mendengarkan usulan dan masukan dari masyarakat, pemerataan pinjaman untuk masyarakat dengan mengacu pada peta kemiskinan yang sudah dibuat, memberikan prioritas pada jenis-jenis usaha ekonomi produktif yang dapat dibiayai oleh BKM, mengaktifkan kembali forum KSM, dan pemerataan tugas pengurus.

Poverty become serious problem faced by all countries in the world especially developing countries like Indonesia. Poverty is a complex problem and have many dimensions. The effort to eradicate poverty should include local society participation in order the problem become more clear so policy and the effort give benefit for local society. One of the policy to eradicate poverty in Hargomulyo countryside is going through P2KP (The Urban Poverty Alleviation Program). This program is not solely rolling fund for society but this research focused on rolling fund for economic activities in social learning process approach, because rolling fund program is facing amount of credit stuck problem. The goal this research is to know how far eligibility of rolling fund for economic activity in social learning process approach. According to the theory, eligibility in the social learning process is the fittest between beneficiaries, program and executor organization. This is descriptive qualitative research, that give description about everything related to the rolling fund for economic activity. Research location in Hargomulyo countryside, Gedangsari district, Sub-Province of Gunungkidul. Respondents in this research are choused from society that receive program benefit and official member of self-supporting body society (BKM). The research result show that there is no fittest between beneficiaries ability to express their needs with decision making process in organization, between task requirement with real ability of executor organization and between beneficiaries needs with result of program. So can be concluded that rolling fund for economic activity in social learning process approach is not eligible. Recommendation as the efforts to solve this problem are; society must be consequent in usage fund according to the proposal, be more active submit opinion to BKM official member and BKM official member more active listen the society opinion, equality the loan to the beneficiaries based on poverty mapping, priority the economic activities that can be funded by BKM, activating KSM forum, division of duty among the official member, training to support the sensitive economic activity to environmental continuity issue.

Kata Kunci : Dana bergulir, Kelompok swadaya masyarakat, Proses belajar sosial


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.