Analisis dampak otonomi khusus terhadap kemampuan keuangan daerah di Provinsi Papua
HOMER, James Richard, Prof. Wihana Kirana Jaya, Ph.D
2010 | Tesis | S2 Magister Ekonomika PembangunanPenelitian ini adalah tentang kemampuan keuangan daerah di Provinsi Papua. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk menganalisis perbedaan kemampuan keuangan daerah yang dilihat berdasarkan indikator Derajat Otonomi Fiskal (DOF), Indeks Kemampuan Rutin (IKR), dan Indeks Penampilan PAD (IPAD) sebelum dan sesudah Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua. (2) Untuk menganalisis hubungan antara kemampuan keuangan daerah dengan pertumbuhan ekonomi kabupaten/kota di Provinsi Papua. (3) Untuk menganalisis kemampuan keuangan daerah antarkabupaten/kota yang terjadi di Provinsi Papua selama adanya Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua. Data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dalam bentuk runtun waktu (time series) selama 16 (enam belas) tahun yaitu dari tahun 1994 sampai dengan tahun 2009 yang diperoleh dari Kantor Pusat Statistik Provinsi Papua dan kantor-kantor terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua. Adapun data yang dikumpulkan adalah Penerimaan Daerah, Pengeluaran Rutin, Bagi Hasil Pajak, Bagi Hasil Bukan Pajak, Belanja Rutin, APBD serta PDRB baik tingkat kabupaten maupun tingkat Provinsi Papua. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah (1) indikator kemampuan keuangan daerah (2) Uji beda sampel Independen (independent samples test) (3) Analisis Korelasi (Korelasi Pearson). Hasil kesimpulan dari analisis (1) Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan keuangan daerah sebelum dan sesudah Otonomi Khusus yang ditunjukan dengan nilai p value (Sig.t) dari rata-rata DOF dan IKR adalah lebih besar dari 0,05, hanya IPAD yang mengalami perbedaan yang signifikan dengan nilai p value 0,018. (2) Tidak terdapat korelasi antara kemampuan keuangan daerah dengan pertumbuhan ekonomi kabupaten/kota di Provinsi Papua. (3) Kabupaten/Kota di Provinsi Papua yang secara umum menunjukan perbedaan kemampuan keuangan yang signifikan berdasarkan indikator IKR, IPAD dan DOF baik sebelum maupun sesudah Otonomi Khusus Papua adalah Kabupaten Biak Numfor, Kabupaten Puncak Jaya dan Kabupaten Mimika. Untuk Kabupaten Jayawijaya ternyata tidak mengalami perbedaan kemampuan keuangan antara kondisi sebelum dan sesudah Otonomi Khusus. Sedangkan Kabupaten/Kota yang sebagian indikator mengalami peningkatan namun sebagian indikator lainnya mengalami penurunan adalah Kabupaten Merauke, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Nabire, Kabupaten Yapen Waropen, Kabupaten Paniai dan Kota Jayapura.
The research is about the ability of local finance in the Province of Papua. The objective of research are: (1) To analyze the difference in ability of local finance based on the Fiscal Autonomy Degree (FAD) indicators, Routine Ability Index (RAI), and Performance Index PAD (IPAD) before and after Special Autonomy for the Province of Papua. (2) To analyze the relationship between the ability of local finance and the district/city economic growth in the Province of Papua. (3) To analyze the ability of inter-district/city local finance occurred in the Province of Papua during Special Autonomy for the Province of Papua The data used in this research is secondary data in the form of time series for 16 (sixteen) years is from 1994 until 2009 obtained from the Statistical Centre Office of the Province of Papua and the relevance office at the Province Government of Papua. The data collected is Local Income, Routine Expenditures, Tax Sharing, Non-Tax Revenue Sharing, Routine Expenditures, APBD and GDP both at the regency and provincial level in Papua. The tools to analyze the data used in this research are (1) indicators of financial capacity (2) Independent samples test (3) Pearson correlation. The result from the conclusion analysis are (1) There is no significant different between the ability of local finance before and after Special Autonomy that indicated by p value (Sig.t) from average FAD and IKR is greater than 0,05, which only IPAD experiencing the significant difference with p value 0.018. (2) There is no correlation between the ability of local finance and the district/city economic growth in the Province of Papua (3) In general, district/city in Province of Papua showed significant different at the finance ability based on indicators RAI, Performance Index PAD and FAD either before of after Special Autonomy of Papua are Biak Numfor District, Puncak Jaya District and Mimika District. For Jayawijaya District it appears not experience different in the finance ability between conditions before and after Special Autonomy. While the district/city that some indicators have improved, but some other indicators have decreased are Merauke District, Jayapura District, Nabire District, Yapen Waropen District, Paniai District, and Jayapura City.
Kata Kunci : Kemampuan keuangan, Otonomi khusus, Independent sample test, Korelasi, Provinsi Papua