Korelasi hidrokarbon dan batuan induk di dalam ketaling, sub-cekungan Jambi, cekungan Sumatera Selatan
CAHYAHADI, Wiret, Dr. D. Hendra Amijaya, ST.,MT
2010 | Tesis | S2 Teknik GeologiDalaman Ketaling terletak di Sub Cekungan Jambi, Cekungan Sumatera Selatan. Studi terdahulu menyatakan bahwa hidrokarbon dari sumur – sumur di lapangan Ketaling Timur berasal dari graben Ketaling, namun organosedimen yang mewakili batuan induk minyak Ketaling Timur ini belum terwakili atau belum ada. Dengan pengeboran sumur baru didapatkan data geokimia ekstrak batuan yang mewakili batuan induk di dalaman Ketaling. Dari data ini dapat dilakukan identifikasi batuan induk dan mengkorelasikannya dengan hidrokarbon yang ada di lapangan Ketaling Timur. Sintesis data dari n-alkana, isoprenoid, sterana, triterpana, biomarker aromatik dan isotop karbondigunakan tidak hanya untuk pengelompokan hidrokarbon namun juga hubungannya dengan batuan induk yang ada. Berdasarkan analisa kekayaan dan kematangan batuan induk pada daerah penelitian, hanya Formasi Talang Akar yang signifikan dapat menggenerasikan hidrokarbon dan batuan ini sudah matang. Formasi Pre-Talang Akar matang tetapi tidak signifikan dalam jumlahnya, Formasi Equivalent Baturaja dan Gumai belum matang. Berdasarkan analisa GC dan analisa GCMS hidrokarbon di lapangan Ketaling Timur berasal dari lingkungan darat dengan dicirikan oleh rasio pristana/fitana lebih dari 3, oleanana dan resin dalam jumlah yang cukup tinggi, jumlah dari C29 sterana yang lebih besar dari C28 dan C27. Berdasarkan kesamaan karakter biomarker, Hidrokarbon di lapangan Ketaling Timur berasal dari batuan induk Formasi Talang Akar dengan migrasi hidrokarbon secara lokal berarah timurlaut – baratdaya (NE – SW) secara vertikal melalui sesar komplek yang di beberapa tempat bisa menjadi penyalur/conduit.
Ketaling deep is located at Jambi Sub-Basin, South Sumatra Basin. Previous study on oil characterization from several wells at east Ketaling field inferred that oil was originated from Ketaling deep. Unfortunately, it was no source rock samples taken from that deep. Since new well was drilled on the Ketaling deep, this study used new data samples for source rock characterization. This study emphasized on Ketaling Timur oil to its source rock correlation. Data synthesis from n-alkane, isoprenoid, sterane, triterpane, aromatic biomarker and Carbon isotope was used not only for hydrocarbon grouping but also to correlate oil to source rock. Based on source rock richness and maturity analysis in study area, only shale of Talang Akar Formation generates hydrocarbon significantly and it is already mature. Shale of Pre- Talang Akar Formation is already mature but not significant in quantity, Equivalent Baturaja and Gumai Formation are still immature. GC and GCMS data of the hydrocarbon in Ketaling Timur indicate terrestrial organic material such as high pristane to phytane ratio (>3), high in oleanane and resin, C29 sterane higher than C28 and C27. Based on similarity of biomarker character, it can be concluded that hydrocarbon in East Ketaling derived from Talang Akar source rock with local migration NE – SW vertically through complex fault that in some place can act as conduit.
Kata Kunci : Geokimia hidrokarbon, Biomarker, Korelasi hidrokarbon, Bantuan induk, Source rock