Pengaruh strategi koping fokus emosi dan dukungan sosial terhadap kesejahteraan subjektif remaja yang ditinggal orangtuanya menjadi buruh migran internasional
SETYOWATI, Nurun Fibriana, Subandi, Ph.D
2010 | Tesis | S2 Magister Sains PsikologiKehidupan tanpa kehadiran salah satu atau kedua orangtua yang bekerja menjadi buruh migran internasional selama bertahun-tahun dapat memberikan dampak perkembangan psikologis bagi anak-anak yang ditinggalkan. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan apakah strategi koping fokus emosi dan dukungan sosial memiliki pengaruh terhadap kesejahteraan subjektif remaja yang ditinggal orangtuanya menjadi buruh migran internasional. Subjek penelitian sebanyak 100 orang pada dua SMA Negeri, satu MA Negeri dan satu MA Swasta di Tulungagung. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala strategi koping fokus emosi, skala dukungan sosial dan skala kesejahteraan subjektif. Hasil analisis regresi berganda menunjukkan bahwa ada pengaruh positif yang signifikan antara strategi koping fokus emosi dan dukungan sosial dengan kesejahteraan subjektif remaja yang ditinggalkan orangtuanya menjadi buruh migran internasional (R = 0,344; p < 0,01). Hasil penelitian juga menunjukkan adanya pengaruh strategi koping fokus emosi terhadap kesejahteraan subjektif dengan sumbangan efektif sebesar 7,8% (R = 0,078; p < 0,001), dan pengaruh dukungan sosial sebesar 26,6% (R = 0,266; p < 0,000). Penelitian ini menyimpulkan bahwa ada pengaruh positif yang sangat signifikan antara strategi koping fokus emosi dan dukungan sosial terhadap kesejahteraan subjektif remaja yang ditinggal orangtuanya menjadi buruh migran internasional sebesar 34,4% dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini.
Life without the attendance from one or both of parents who work become international migrant worker for many years old may influence the physical and psychological development of their children left-behind. This study was designed to investigate the effect of emotion-focused coping and social support on subjective well-being of adolescents’ who left-behind his/her parents become international migrant worker overseas. The respondent recruited from two states of senior high school students and one state of Islamic senior high school and one private of Islamic senior high school in Tulungagung residence. It included 100 respondents. The method was collected by three scales, i.e. emotion-focused coping scale, social support scale, and subjective well-being scale. Multiple regression analysis showed that emotion-focused coping and social support contribute most significantly to the subjective well-being of adolescents’ who left-behind (R = 0,334; p < 0,01). The emotion-focused coping contribute positive significantly to subjective well-being of adolescents’ who leftbehind (R = 0,078; p < 0,001), and the last there are positive significantly regression between social support and subjective well-being of adolescents’ who left-behind (R = 0,266; p < 0,000). Finally, there are positive correlation most significantly between emotionfocused coping, social support, and subjective well-being of adolescents’ who left-behind by his/her parents working overseas.
Kata Kunci : Migrasi,Kesejahteraan subjektif,Strategi koping emosi,Dukungan sosial,Remaja, migration, subjective well-being, emotion-focused coping, social support, adolescent