Laporkan Masalah

Peran bahan organik tanah dan adjuvan polioksietilen alkil aril eter terhadap disipasi residu beta siflutrin pada lahan pertanian kubis (Brassica oleraceae)

ASRAN, Prof. Dr. Sri oegrohati, Apt

2010 | Tesis | S2 Ilmu Farmasi

Kesehatan individu tidak lepas adri kesehatan lingkungan. Sebagian besar peptisida yang diaplikasikan pada tanaman ekonomis seperti kubis dapat mencapai tanah dan menjadi sumber polutan dilingkungan. Perlu adanya studi dinamika residu peptisida dalam tanah Dalam studi ini dipalajari dinamika residu insektisida beta siflutrin yang diaplikasikan pada lahan budidaya kubis dengan dosis anjuran maksimum dua kali dari dosis yang dianjurkan, dengan pengaruh bahan organik, jenis tanah, topografi dan penambahan adjuvan polioksietilen alkil aril eter. Analisis dilakukan pada lapisan tanah 0-5 cm dan 5-10 cm. Ekstraksi dilakukan dengan metode sokletasi dan proses clean up dengan kolom berlapis karbon dan florisil. Penetapan kadar dilakukan dengan kromatografi gas resolusi tinggi dengan detektor ECD ( electron capture detector) Pada tanah geluh pasiran dengan bahan organik 1% terlihat dengan adanya pelindihan sedangkan pada tanah dengan bahan organik 4% tidak terjadi pelindihan, tetapi dengan adanya penambahan adjuvan terlihat adanya pelindihan. Laju disipasi pada dataran rendah lebih cepat dari dataran tinggi dan tidak tergantung pada dosis. Berdasarkan data menunjukkan bahwa jumlah bahan organik tanah dan adjuvan poliosietilen alkil aril eter berperan pada proses pelindihan sedangkan bahan organik dan tekstur tanah memegang peranan penting terhadap laju disipasi residu inektisida beta siflutrin di tanah lahan pertanian tropis Indonesia

Kata Kunci : Residu beta siflutrin,Tanah,Laju disipasi,Adjuvan,Pelindihan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.