Laporkan Masalah

Hubungan kepatuhan penggunaan obat dengan persistensi pengisian obat askes pada pasien hipertensi di RSUP DR. Sardjito Yogyakarta

PURWANINGTYASTUTI, Eni, Prof. Dr. Zullies Ikawati, Apt

2010 | Tesis | S2 Ilmu Farmasi

Tujuan terapi hipertensi jangka pendek adalah menurunkan tekanan darah, dan tujuan jangka panjangnya adalah mencegah kematian dan risiko penyakit kardiovaskular, infark miokardial akut. Praktisi medis membutuhkan informasi tentang kepatuhan penggunaan obat antihipertensi oleh pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kepatuhan penggunaan obat, persistensi pengisian obat, dan hubungan antara kepatuhan dan persistensi dengan pencapaian kontrol tekanan darah di Poliklinik Penyakit Dalam Instalasi Rawat Jalan RSUP Dr. Sardjito. Penelitian cross-sectional deskriptif analitik dengan melakukan consecutive sampling pasien hipertensi rawat jalan selama April-Oktober 2010. Evaluasi kebiasaan penggunaan obat antihipertensi pada pasien dewasa <60 tahun dilihat kepatuhan penggunaan obat diteliti dengan menggunakan kuesioner MMAS rentang nilai 0 sampai 8 dan dikategorikan menjadi 3 tingkat kepatuhan obat: kepatuhan tinggi (nilai 8), kepatuhan sedang (nilai 6 - <8), dan kepatuhan rendah (nilai < 6) dan persistensi pengisian obat dengan pharmacy fill adherence rate MPR dan GAP, nilai MPR ≤ 0,8 dan nilai GAP >30 hari dikatakan sebagai pharmacy fill non persistant . Usia rata-rata pasien 54,15 tahun, jenis kelamin laki-laki 21 (38,2%) pasien, tingkat pendidikan tinggi 17 (30,9%) pasien , masih terikat dalam perkawinan 45 (81,8%) pasien, merokok 5 (9,1%) pasien, jumlah jenis obat hipertensi yang diperoleh rata-rata 2 jenis. Kepatuhan pengguanan obat, nilai ratarata MMAS pasien 6,5 (sedang). Persistensi pengisian obat berdasarkan MPR diperoleh nilai median 0,38 dengan nilai minimum 0,00 dan maximum 1,00 dan GAP 58 hari. MPR dan GAP berkorelasi sangat lemah dan berlawanan arah dengan MMAS (r=-0,026). MPR dan GAP berkorelasi sangat lemah dan berlawanan arah dengan pencapaian kontrol tekanan darah (r=-0,138 dan r=- 0,180). MMAS berkorelasi sangat lemah dengan pencapaian kontrol tekanan darah (r=0,020). Kepatuhan penggunaan obat diperoleh hasil kepatuhan sedang. Persistensi pengisisan obat menunjukan hasil non persisten. Hubungan antara kepatuhan dan persistensi menunjukan hasil korelasi sangat lemah dan tidak signifikan. Hubungan antara kepatuhan dan persistensi dengan pencapaian kontrol tekanan darah menunjukan hasil korelasi sangat lemah dan tidak signifikan.

Short-term hypertension treatment goal is to lower blood pressure, and long-term goal is to prevent mortality and risk of cardiovascular disease, acute myocardial infarction. Medical practitioners need information on compliance with antihypertensive medication use by patients. The purpose of this study was to determine compliance with the use of drugs, the persistence of refill rate, and the relationship between compliance and persistence in achieving blood pressure control on the outpatient Dr. Sardjito Hospital in Yogyakarta. This cross-sectional descriptive analytical through the outpatient consecutive sampling hypertensive during April-October 2010. Evaluation of antihypertensive drugs in adult patients under 60 years of consumption patterns seen adherence with medication use studied through a questionnaire, MMAS range of values from 0 to 8 and categorized into three levels of adherence to medication: high adherence (value 8), the middle adherence (a score of 6 - < 8), and poor adherence (value < 6) and persistence of pharmacy fill adherence rate with GAP and MPR, MPR values ≤ 0.8 TPM and GAP values >30 days as a pharmacy fill non persistant The average patient age of 54.15 years, male 21 (38.2%) patients, a high education level of 17 (30.9%) patients, marriage 45 (81,8%) patients, smoking 5 (9.1%) patients, the number of types of hypertension drugs obtained an average of 2 types. Adherence, patients MMAS an average of 6.5 (moderate). Persistence of pharmacy fill adherence rate the median value of MPR 0.38 and GAP 58 days. MPR and GAP correlates very weak and opposite to the MMAS (r =- 0.026). MPR and GAP correlates very weak and contrary to the achievement of blood pressure control (r =- 0.138 and r =- 0.180). very weakly correlated with achievement of blood pressure control (r = 0.020) MMAS. Adherence with drug use results obtained. Persistence of pharmacy fill adherence rate shows the results of non-persistent. The relationship between compliance and persistence shows the results of the correlation is very weak and not significant. The relationship between compliance and persistence with achieving control of blood pressure shows the results of the correlation is very weak and not significant

Kata Kunci : Hipertensi,Terapi,Askes,Persistensi pengisian obat


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.