Arahan penataan kawasan bantaran sungai yang antisipatif terhadap bencana banjir :: Studi kasus bantaran sungai Code, Kawasan Cokrodirjan, Kelurahan Suryatmajan, Kecamatan Danurejan, Kota Yogyakarta
AFRIZAL, Zahmi, Ir. M. Santosa, MS
2010 | Tesis | S2 Teknik Arsitektur DKBKawasan bantaran Sungai Code yang berada di pusat Kota Yogyakarta merupakan kawasan padat permukiman yang tumbuh secara organik dan rawan terhadap bencana banjir tahunan, terutama saat banjir lahar dingin kiriman dari kawasan Gunung Merapi. Oleh karena itu diperlukan suatu penelitian yang bertujuan mengetahui faktor pengaruh pemanfaatan ruang dalam kaitannya dengan banjir kawasan, sehingga hasilnya dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam penataan dan pengembangan kawasan bantaran sungai di pusat Kota Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan rasionalistik dengan metode deduktif kualitatif. Penelitian diawali dengan mengadakan pengumpulan masalah-masalah di lapangan berdasarkan fenomena yang terjadi dan menggunakan grand theory sebagai landasan dalam menganalisis untuk disinkronkan dengan lokasi terpilih yaitu bantaran Sungai Code, Kawasan Cokrodirjan, Kelurahan Suryatmajan, Kecamatan Danurejan, Kota Yogyakarta. Hasil temuan akan menjawab tujuan penelitian dan menyimpulkan faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan ruang dan elemen-elemen kawasan yang memberi dampak dan kontribusi dalam peningkatan kesiapan antisipatif kawasan terhadap bencana banjir Dengan dasar pertimbangan ini, parameter desain dan rencana pengembangan Kawasan Cokrodirjan, bantaran Sungai Code dapat dirumuskan. Keluaran yang dihasilkan dalam penelitian ini adalah arahan penataan dan rencana pengembangan kawasan bantaran sungai yang memunculkan karakter kawasan permukiman yang antisipatif terhadap bencana banjir sehingga menciptakan penataan lingkungan kawasan bantaran sungai yang aman dan menjadikan banjir sebagai potensi kawasan.
Code riverbank area in the central city of Yogyakarta is a dense settlement area which grow organically and is prone to annual flooding, especially during cold lava flood shipments from the area of Mount Merapi. Therefore we need a study that aimed to identify factors influence utilization of space in relation to the flood area, so the results can be used as consideration in the settlement and development of riverbank area in the downtown of Yogyakarta. This research uses rationalistic approach with qualitative deductive method. The research was initiated by holding the collection of the problems in the field based on the phenomenon that occurs and using a grand theory as a foundation in analyzing the locations selected to be synchronized with the banks of the River Code, Area Cokrodirjan, Suryatmajan Village, Danurejan District, Yogyakarta. The findings will answer the purposes of research and concluded that the factors that influence the utilization of space and elements of the area making an impact and contribution in increasing the area of disaster preparedness anticipatory flood. On the basis of these considerations, the design parameters and Cokrodirjan Area development plan, the banks of the River Code can be formulated. The output generated in this research were guidelines and regional development plans that show riverbank area anticipatory character of settlement areas against floods that can create areas of environmental regulation riverbank area and made safe as a potenstial flood area.
Kata Kunci : Bencana banjir,Permukiman,Bantaran sungai,Flood,Settlement