Perubahan pola berhuni berbasis sungai ke daratan :: Studi kasus Perumahan Bengkuring Tepian Permai Samarinda
NOVIANA, Mafazah, Dr. Ir. Budi Prayitno, M.Eng
2010 | Tesis | S2 Teknik ArsitekturPermukiman yang berkembang di sepanjang tepian Sungai Karang Mumus merupakan salah satu penyebab menurunnya kondisi sungai baik dari segi kualitas air, kondisi fisik sungai maupun sempadannya, sehingga tidak dapat berfungsi sebagai pengendali banjir di wilayah kota dan sebagai pensuplai air Sungai Mahakam. Oleh sebab itu pemerintah mengeluarkan kebijakan penataan ruang bantaran sungai dengan relokasi permukiman ke daratan. Dampak dari perpindahan ini yaitu adanya berbagai kebiasaan-kebiasaan hidup yang masih berkaitan dengan keberadaan sungai yang harus ditinggalkan atau berubah di tempat tinggal mereka yang baru. Hasil penelitian yang ingin diperoleh adalah perubahan pola berhuni berbasis sungai dan daratan serta faktor-faktor apa yang mempengaruhinya. Penelitian ini mengambil lokasi di Perumahan Bengkuring Tepian Permai dengan menggunakan metode kualitatif yang menghasilkan data deskriptif melalui kajian literatur, observasi lapangan dan wawancara mendalam dan dengan menggunakan kuisioner. Dari hasil penelitian ini diperoleh beberapa temuan yang berkaitan dengan perubahan pola berhuni yaitu: 1) Program relokasi permukiman ini merupakan suatu bentuk perpindahan (migrasi) penduduk berbentuk force moves yang disebabkan oleh tekanan pemerintah., 2) Tidak adanya keterikatan yang erat antara kehidupan warga sehari-hari dengan keberadaan Sungai Karang Mumus, sehingga ketika dipindahkan ke lokasi permukiman yang baru warga cenderung dapat beradaptasi terhadap lingkungannya dengan baik, 3) Pekerjaan warga yang bermukim di tepian Sungai Karang Mumus tidak bergantung dengan keberadaan sungai, 4) Status hukum yang kuat atas lahan dan bangunan menjadi alasan warga bersedia dipindahkan. Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan pola berhuni berbasis sungai ke daratan adalah faktor internal dan eksternal. Faktor internal terdiri dari motivasi untuk meningkatkan kualitas hidup dan kemampuan adaptasi warga terhadap lingkungan yang baru, sedangkan faktor eksternal terdiri dari faktor lokasi, ketersediaan fasilitas sosial dan lingkungan serta faktor intervensi pemerintah.
Settlements that developed along the banks of the Karang Mumus River is one of the causes of declined water quality and physical condition, so it cannot to control flooding in urban areas and unable to supply water to the Mahakam River. Therefore, the government issued a policy for settlement relocation to the arragement of the river banks. People who lives on the river banks will resettlement to the mainland. The impact of this program is way of life inhabitants that closely connected to the water will be change in the new settlement. This research aimed to find changes of habitable pattern from river based to land based and the factors that cause these changes. This research located in Perumahan Bengkuring Tepian Permai. This research using qualitative methods that generate descriptive data through literature review, observation and in-depth interviews and by using questionnaires. The result of the study found 4 things related to the changes of habitable pattern: 1) This settlement relocation program is force moves that is a form of movement (migration) caused by goverment pressure, 2) There is no close attachment to place between inhabitant everyday life with the Karang Mumus river, so when they moved to the location of new settlement, they tend to adapt very well to their environment, 3) Livelihood of inhabitant who lives on the bank orf Sungai Karang Mumus does not rely on the existence of the river, 4) Legal status of land and building, 4) Strength of the legal status of land and buildings create a sense of secure, this is one of the reason people willing to be moved. Internal and external factor is the factors to have influence on changes of habitable pattern.
Kata Kunci : Perubahan pola berhuni,Relokasi permukiman,Sungai Karang Mumus,Perumahan Bengkuring Tepian Permai, Changes of habitable pattern, relocation of settlements, Karang Mumus river