Kajian waktu awal pembakaran biobriket limbah kulit kacang tanah dengan bahan penyala minyak jarak pagar
SETIAHADI, Kokok, Ir. Muhammad Fahrurrozi, MSc.,Ph.D
2010 | Tesis | S2 Teknik MesinIndonesia memiliki persediaan biomassa yang melimpah, sebagian besar berupa limbah yang dibakar begitu saja, sehingga dapat merusak lingkungan. Salah satu alternatif untuk mengurangi timbunan sampah adalah mengubahnya menjadi arang melalui proses pirolisis. Pirolisis adalah proses mengubah bahan material organik menjadi arang, bio-oil dan atau gas melalui proses pemanasan tanpa okigen (O2). Arang dapat dicetak sebagai biobriket. Permasalahan waktu penyalaan awal dari biobriket saat ini merupakan kendala sehingga pemanfaatan biobriket kurang diminati masyarakat. Penelitian ini akan mengkaji efek variasi ukuran arang dan variasi penambahan minyak jarak pagar terhadap karakteristik biobriket. Tujuan yang ingin dicapai adalah mendapatkan waktu penyalaan awal terbaik dari variasi bahan arang 25 mesh, 35 mesh dan 50 mesh, serta penambahan minyak jarak pagar 1ml sampai dengan 5 ml. Hasil penelitian menunjukkan pada suhu 400â° C, waktu penyalaan awal paling singkat yang dicapai adalah 72 detik pada penambahan minyak jarak pagar 5 ml dan ukuran partikel arang biobriket 35 mesh. Sedangkan waktu penyalaan akhir paling singkat yang dicapai adalah 1248 detik pada penambahan minyak jarak pagar 5 ml dan ukuran partikel arang biobriket 50 mesh.
Indonesia has abundant supply of biomass, mostly in form of waste that is normally burned and cause environmental damage. One alternative to reduce landfill waste is to turn it into charcoal through a pyrolysis process. Pyrolysis is a process of transforming the organic materials into charcoal, bio-oil and gas through a heating process in the absence of oxygen (O2). Charcoal can be moulded as biobriquettes. The problem of initial burning time of current biobriquettes is a constraint so that the utilization biobriquettes less desirable by community. This research will study effect of charcoal size variations and jatropha oil adding variation against characteristics of biobriquettes. The goal would be achieved is to get the best initial burning time from charcoal material variation in 25 mesh, 35 mesh and 50 mesh, and adding jatropha oil 1ml to 5 ml. The results showed at temperature 400oC, the shortest of initial burning time achieved is 72 seconds by adding 5 ml jatropha oil and particle size of biobriquettes charcoal 35 mesh. While the shortest late burning time achieved is 1248 seconds on adding 5 ml jatropha oil and particle size of biobriquettes charcoal 50 mesh.
Kata Kunci : Biomass waste,Peanut shell,Jatropha oil,Kulit kacang tanah,Limbah biomassa,Minyak jarak pagar