Pemanfaatan ampas tebu sebagai serat penguat baahn friksi non asbes pada pembuatan kampas rem sepeda motor
WIBOWATI, Salis Ambar, Prof. Ir. Jamasri, Ph.D
2010 | Tesis | S2 Teknik MesinKampas rem selalu dibutuhkan didalam dunia otomotif, sehingga kualitas yang baik dari hasil produksi perlu didapatkan. Kualitas kampas rem harus memenuhi standar, diantaranya tergantung dari kekerasan dan keausannyanya. Kekerasan dan keausan kampas rem berkaitan dengan umur kampas rem, umur drum atau piringan serta jenis kendaraan. Untuk mendapatkan hasil produksi optimal, maka akan dilakukan eksperimen terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi nilai kekerasan dan keausan kampas rem dan menentukan level dari faktor-faktor tersebut. Kampas rem merupakan material komposit, sehingga faktor-faktor yang dimaksud adalah serat dan matrik bahan penyusun. Peneliti akan melakukan eksperimen mengenai penggunaan bagasse sebagai pengganti asbes pada pembuatan kampas rem, dengan bahan pengisi yaitu barite, arang dan polyester resin. Pembuatan kampas rem ditekan dengan beban 100 kgm selama 1 jam, dioven selama 2 jam dengan temperatur 120 °C. Bagasse yang merupakan residu padat pada proses pengolahan tebu menjadi gula, sejauh ini belum banyak dimanfaatkan menjadi produk yang bernilai tambah. Bagasse yang bagian terbesarnya berupa serat sangat memungkinkan dimanfaatkan menjadi produk yang berbasis serat seperti kampas rem. Sedang polyester yang merupakan resin yang paling banyak digunakan di industriindustri karena kelebihannya dibandingkan resin yang lain dapat digunakan sebagai matriknya. Tujuan penelitian ini adalah menentukan komposisi bagasse sehingga diperoleh produk kampas rem dengan kualitas yang optimal. Pengujian kelayakan yang dilakukan meliputi uji kekerasan Rockwell, uji keausan metode Ogoshi dan pengambilan foto mikro sample produk. Dari data hasil penelitian yang dilakukan, dapat diketahui kampas rem terbaik dengan 35% bagasse dengan nilai kekerasan (72,67±3,39)HRB dan keausan sebesar (5,74±0,52)x10-4 mm2/kg
Brake lining always needed in automotive world, so good quality from process manufacturing must be obtained.The standard of brake lining quality must be fulfilled, some depend 0n hardeness and wearness . Brake lining hardness and wearness correlate with the influence their lifetime, the drum’s or disk’s ifetime and type of vehichle. To get optimal performance of production, we make experiment from factors that influence the hardness and the wearness of brake lining and determine level from their factors. Brake lining is a composite material, so the meaning of the factors are reinforcement and matrix from compossed material. Researchers will conduct research on the use of asbestos in the manufacture of bagasse as replacement brake lining, with a filler material is barite, charcoal and polyester resin. Manufacture of brake lining is pressed with a load of 100 kgm for 1 hour, baked for 2 hours with a temperature of 120 ° C. Bagasse which is the solid residues in the processing of sugar cane into sugar, so far not been widely used to produce valueadded. That the greatest form of bagasse fiber is used to enable fiber-based products such as brake lining. Medium polyester resin which is the most widely used in industries because of its advantages compared to other resins can be used as a matrix. The purpose of this study was to determine the composition of bagasse and polyester for optimal brake product Testing was conducted on the Rockwell hardness test, the ogoshi wear test and get the photomikro’s product samples. The data resulting from research, can know the best brake lining with 35% bagasse with hardness values (72.67 ± 3.39) HRB wear and tear of (5.74 ± 0.52) x10-4 mm2/kg
Kata Kunci : Kampas rem,Bagasse,Polyester,Brake lining