Dampak interkoneksi satu unit pembangkit tersebar terhadap koordinasi proteksi pada sistem distribusi radial
PURNAMA, Hari, Sarjiya, S.T.,M.T.,Ph.D
2010 | Tesis | S2 Teknik ElektroJaringan distribusi radial saluran udara tegangan menengah (SUTM) diproteksi dengan menggunakan pola koordinasi OCR – ACR – Sekering. Penerapan koordinasi OCR – ACR adalah pada penyulang utama dan penyulang cabang, sedang koordinasi ACR – Sekering adalah pada penyulang lateral. Margin waktu operasi antara OCR-incoming dengan OCR-outgoing adalah 0,4 detik, demikian juga margin waktu operasi antara OCR-outgoing dengan ACR adalah 0,4 detik. Sedangkan pada koordinasi antara ACR dengan sekering dapat menggunakan skema fuse blowing atau skema fuse saving, tergantung pada pertimbangan utilitas dari segi keandalan dan segi ekonomi. Interkoneksi DG kedalam jaringan distribusi eksisting akan merubah konfigurasi jaringan radial menjadi konfigurasi mesh, dan berdampak pada koordinasi proteksi jaringan eksisting, sehingga dapat mengakibatkan miscoordination atau loss-coordination. Demikian juga kapasitas dan lokasi interkoneksi DG berpengaruh pada koordinasi proteksi jaringan eksisting. Dengan mengacu pada indeks modifikasi (modification index), dapat diestimasikan kapasitas DG yang akan diinterkoneksikan. Lima unit DG diinterkoneksikan kedalam jaringan eksisting secara bergantian pada ujung hilir jaringan eksisting. Dengan mengambil skema fuse saving dan setelan waktu operasi tercepat dari OCRDG sebesar 1 detik, maka diperoleh perencanaan koordinasi proteksi interkoneksi DG sampai 10 tahun mendatang. Skema fuse saving dapat dipertahankan, kecuali untuk interkoneksi unit DG dengan kapasitas lebih dari 20 % kapasitas penyulang utama. Berdasarkan deviasi tegangan nominal (50% sampai 120%) dari tegangan terminal DG, kondisi operasi islanding DG dapat dihindarkan dalam waktu satu sampai dua detik.
The medium voltage overhead line of radial distribution network is protected by OCR–ACR–Power Fuse coordination. The coordination of OCR–ACR is implemented on the primary and branch feeder, and ACR–Power Fuse on the lateral. The time margin between OCRs and for OCR-outgoing–ACR is 0,4 second and the ACR–Power Fuse coordination is depend on utility regulatory’s, that is fuse blowing or fuse saving schema. The DG interconnection on existing distribution network changes the radial to mesh network configuration, affect on existing network protecting coordination, and create some mis-coordination or loss of coordination. The capacities and location of DG interconnection affecting the protecting coordination of existing distribution network, that depend on the modification index of DG penetration. Five DG units will be connected to existing network, take turn one by one. With the fuse saving schema and the fastest operation setting of OCRDG for 1 second, will be obtained the design of protection coordination for 10 years ahead. The fuse saving schema can be maintained, except for the DG capacities more than 20% capacities of primary feeder. Based on nominal voltage deviation (50 % to 120%) of DG terminal voltage , the islanding operation of DG can be avoided in one to two seconds.
Kata Kunci : Jaringan distribusi radial, Skema fuse saving, DG, Indeks modifikasi