Laporkan Masalah

Strategi peningkatan pendapatan petani di Kecamatan Murhum Kota Bau-Bau Provinsi Sulawesi Tenggara

MAHMUD, Prof. Dr. R. Rijanta; M.Sc

2010 | Tesis | S2 Kependudukan

Penelitian ini berlokasi di Kecamatan Murhum Kota Bau-Bau Provinsi Sulawesi Tenggara. Pengambilan sampel lokasi penelitian terdiri dari Kelurahan Baadia (petani lahan darat) dan Kelurahan Bone-Bone (petani lahan perairan). Penelitian ini bertujuan : (1) untuk mengetahui strategi yang diterapkan oleh para petani dalam meningkatkan pendapatan; (2) untuk mengetahui faktor-faktor sosial ekonomi yang berperan terhadap pilihan strategi dalam meningkatkan pendapatan; (3) untuk menjelaskan perbedaan pendapatan yang diperoleh melalui strategi yang berbeda. Metode penelitian yang digunakan melalui survei lapangan dengan pengambilan data secara sampling serta analisis data sekunder. Penentuan sampel dilakukan secara proporsional sampling. Jumlah sampel keseluruhan sebanyak 140 sampel rumahtangga, dimana pada Kelurahan Baadia diwakili 44 rumah tangga dan Kelurahan Bone-Bone diwakili 96 rumahtangga. Analisa dilakukan secara kualitatif (tabel frekuensi dan tabel silang) dan kuantitatif (uji beda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) Strategi yang diterapkan oleh petani lahan darat adalah membentuk kelompok arisan, memanfaatkan hasil pekarangan, mengurangi penggunaan bahan bakar minyak, dan anggota keluarga bekerja yang berada di wilayah perbukitan yang subur dapat dimanfaatkan untuk peningkatan pendapatan sedangkan petani lahan perairan adalah membentuk kelompok arisan, mengurangi penggunaan bahan bakar minyak, menjadi buruh, dan anggota keluarga bekerja yang berada di wilayah pesisir pantai dapat memanfaatkan strategi tersebut sebagai upaya peningkatan pendapatan; (2) Faktor utama yang menentukan peningkatan pendapatan petani lahan darat adalah faktor jumlah anggota keluarga dan faktor pekerjaan sampingan dengan memanfaatkan hasil pekarangan rumah dan memelihara ternak sedangkan petani lahan perairan adalah faktor jumlah anggota keluarga dan pekerjaan sampingan dengan membentuk kelompok arisan, menjadi buruh dan anggota keluarga bekerja sebagai usaha meningkatkan pendapatan; (3) Pendapatan yang diperoleh petani lahan darat dan petani lahan perairan tidak memiliki perbedaan yang nyata, karena tambahan penghasilan yang diperoleh dari jenis strategi yang diadopsi relatif sama walaupun jenis strateginya berbeda.

This research takes place in Bau-Bau City, Murhum Sub-District, Southeast Sulawesi. Sampling location was in Baadia Village (land farmers) and Bone-Bone Village (water farmers). The research objectives are : (1) to know the farmer's strategy in increasing revenue; (2) to know the social-economic factors that affects in determining which strategy to use in increasing revenue; (3) to explain the difference in revenue with different strategy. The research method is field survey, with data gathering using sampling method and secondary data analysis. Sample was determined using proportional sampling. Total sample was 140 families, with 44 families in Baadia Village and 96 families in Bone-Bone Village. Analysis was done qualitatively (frequency table and cross table) and quantitatively (difference test). The result of the research shows that : (1) land farmers strategy to increase revenue was to form a social gathering, utilize yard products, reduce fuel usage, and family members living in a fertile hills can adopt the strategy to increase revenue, while the water farmers strategy to increase revenue was to form social gathering, reduce fuel usage, become a labor, and family members that lives along the shore can adopt those strategies to increase revenue; (2) the main factor that determines revenue increase of land farmers is the amount of family member and side job by utilizing yard products and raising livestock, while water farmers depends on the amount of family member and side job by forming social gatherings, and becoming a labor as an effort to increase revenue; (3) the difference between revenues of land farmers and water farmers isn't noticeable, because extra revenues from adopted strategies are relatively same, even though the strategy is different.

Kata Kunci : Petani laha ndarat dan perairan,Strategi,Peningkatan pendapatan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.