Laporkan Masalah

Kajian arahan rehabiiltasi lahan berdasarkan tingkat bahaya erosi dalam rangka pengelolaan lingkungan :: Kasus di daerah aliran sungai Sailo Kabupaten Landak Kalimantan Barat

NATALAGA, Yulianus Edo, Prof. Dr. Totok Gunawan, M.S

2010 | Tesis | S2 Magister Pengelolaan Lingkungan

Daerah Aliran Sungai (DAS) Sailo mengalami perubahan yang cukup signifikan pada pola penggunaan lahan yang memicu meningkatnya tingkat bahaya erosi yang terjadi pada DAS Sailo. Tujuan dari penelitian ini Mengkaji besar dan sebaran spasial tingkat bahaya erosi berikut faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat bahaya erosi dan tren perubahannya. Kemudian menentukan arahan bentuk rehabilitasi lahan berdasarkan tingkat bahaya erosi serta menyusun alternatif strategi pengelolaan lingkungan di wilayah di Daerah Aliran Sungai Sailo. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survey dengan tipe penelitian deskriptif kuantitatif dan pemetaan. Data penelitian terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari pengukuran di lapangan dan hasil pemeriksaan di laboratorium. Data sekunder adalah data yang diperoleh secara tidak langsung ataupun mengambil dari dokumen-dokumen yang telah ada sebelumnya. Analisis laju erosi aktual dilakukan untuk mengetahui tingkat erosi yang terjadi pada setiap satuan lahan menggunakan metode USLE. Hasil penelitian ini menunjukkan laju erosi terbesar terjadi pada satuan lahan PSTUu5 sebesar 3,301,82 Ton/Ha/Tahun yang didominasi oleh kawasan hutan sekunder dan perkebunan karet yang terawat. Laju erosi merupakan hasil kombinasi antara kondisi geofisik dan kegiatan manusia. Kombinasi tindakan penanganan erosi yang optimal berupa arahan pengunaan lahan, praktek konservasi tanah yang tepat, dan pembagian peran yang baik antar pihak yang berkepentingan pada tiap satuan lahan merupakan suatu alternatif strategi pengelolaan lingkungan di DAS Sailo.

Sailo Watershed experienced significant changes in land use patterns that trigger increased levels of erosion that occurred in the Sailo Watershed. The purpose of this study and review of the spatial distribution of erosion hazard level, assess factors that influence the level of erosion hazard and the trend changes, determine the direction of rehabilitation based on the level of erosion hazards and to develop alternative environmental management strategies in the areas of the Sailo Watershed. This research was conducted using survey method with the type of quantitative descriptive research and mapping. The research data consists of primary data and secondary data. Primary data is data obtained directly from field measurements and results of examination in the laboratory. Secondary data is data obtained indirectly or taken from documents that have been there before. Analysis of the actual erosion rate is conducted to determine the level of erosion that occurred on each land unit using USLE. The results showed the greatest erosion rate occurs on land units PSTUu5 of 3,301,82 tons/ha/year which is dominated by secondary forests and wellmaintainaed rubber plantations. The rate of erosion is the result of a combination of geophysical conditions and human activities. The cobination of optimal erosion treatment that consisting of specific land use rehabilitation recommendation, proper soil conservation practices on each land unit and A good division of roles between the parties concerned in each land unit is an alternative strategy for environmental management in Sailo Watershed

Kata Kunci : Daerah Aliran Sungai (DAS),Erosi,USLE,Strategi pengelolaan lingkungan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.