Gaya hidup santri perempuan :: Studi mengenai praktik konsumsi dan pembentukan identitas di Pesantren Mahasiswi Asma Amanina Yogyakarta
WIDIASTUTI, Rina, Dr. Aris Arif Mundayat, MA
2010 | Tesis | S2 Kajian Budaya dan MediaTesis ini mengungkap peran aktif santri perempuan dalam upaya membangun identitas mereka di tengah arus globalisasi dan dominasi budaya lokal di pesantren, melalui praktik konsumsi mereka sehari-hari. Saya akan menyajikan beragam cara yang digunakan santri untuk merespon budaya global yang melekat pada berbagai komoditas dan juga cara mereka merespon budaya lokal di pesantren yang dibakukan dalam tata tertib atau materi-materi perkuliahan. Bagi para santri, kegiatan konsumsi pun menjadi sebuah aktivitas yang bersifat religius. Konsumsi tidak hanya berkaitan dengan kegiatan membeli, menggunakan, atau mengumpulkan barang, tetapi juga berkaitan dengan kegiatan ibadah, dakwah, dan solidaritas sesama muslim. Penelitian ini berlangsung di Pesantren Mahasiswi Asma Amanina (PMAA), salah satu pesantren modern di Yogyakarta. PMAA merupakan sebuah ranah perjuangan, tempat terjadinya persaingan untuk mendapatkan dan mempertahankan posisi tertentu berdasarkan kepemilikan modal. Sedangkan konsumsi dipandang sebagai sebuah praktik sosial yang memiliki dimensi ruang dan waktu, tanpa disadari tersusun dan terorganisasi, serta bersifat cair atau tidak stabil dan tidak pasti. Di PMAA, para santri berhadapan dengan beberapa pilihan gaya hidup melalui beragam komoditas. Budaya global menawarkan gaya hidup yang materialistis, sedangkan budaya lokal di pesantren mengarahkan pada gaya hidup yang berorientasi ketuhanan. Kedua orientasi gaya hidup tersebut saling bersinggungan dan berkontribusi dalam proses pembentukan identitas santri PMAA, sehingga muncul sebuah konsep identitas Islam, yaitu Muslimah Rabbani.
This thesis will examine the active role played by santri (the student at Muslim boarding school or pesantren) in constructing their identity in the process of globalization and the local cultural domination in pesantren. I will provide examples of consumption practices employed by santri in their everyday life that demonstrates the ways in which they are able to response the global culture, through the industrial commodities, and the local culture in various rules or education curriculums. Consumption, according to santri, is not just the activities of buying, using, or collecting the material object, but also related to the religious activities, such as worship, dakwah (religious proselytizing), and Islamic solidarity. This research took place in Pesantren Mahasiswi Asma Amanina (PMAA), one of the modern pesantren in Yogyakarta. This Islamic institution will be shown to be a significant field in which domination, subordination, or equivalence has been influenced by virtue of the access to the capital. Then, consumption will be shown as a social practice that is located in space and time, not consciously or not wholly consciously, and has fluidity or indeterminacy character. In PMAA, santri face with various life styles that are promoted by commodities. The global culture offers materialistic life style and the local culture in pesantren lead them to the religious life style. Both of these life orientations are interacting and supporting the identity construction in PMAA, so the concept of Islamic identity has been formed, that is Muslimah Rabbani.
Kata Kunci : Konsumsi, Ranah, Habitus, Modal, Dominasi, Identitas