Melihat Jawa dari sebuah jendela museum Ullen Sentalu dalam praktik konsumsi ideologi pengunjung
BAROROH, Aulia Zaki, DR. Daud Aris Tanudirjo, MA
2010 | Tesis | S2 Kajian Budaya dan MediaMasyarakat Indonesia pada umumnya tidak memiliki antusiame dalam mengapresiasi keberadaan museum. Oleh karena itu para praktisi museum mengangkat sebuah wacana tentang resepsi pengunjung dan membawa sebuah paradigma baru tentang museum kepada masyarakat Indonesia. Museum merupakan salah satu dari media, sebagai sebuah media, museum merepresentasikan dan mengkonstruksi pesan atau ideologi tertentu. Di sisi lain, pengunjung museum merepresentasikan pembacaan yang dipengaruhi oleh latar belakang sejarah personal. Maka, ada beberapa kemungkinan yang terjadi dalam pembacaan tersebut: pembacaan itu sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan atau sebaliknya; tidak ada kesesuaian sama sekali. Museum Ullen Sentalu didirikan atas inisiatif keluarga Haryono yang ingin mengusung seni dan budaya Jawa. Penelitian ini menggunakan pendekatan personal dan tekstual untuk mengetahui bagaimana para pengunjung mengapresiasi museum tersebut beserta ideologinya. Dengan melihat praktik konsumsi ideologi yang dapat dilihat dari praktik mengunjungi museum, kita mengetahui hasil pembacaan pengunjung yang didapatkan dari tanggapan para pengunjung mengenai pengalaman mereka mengunjungi museum Ullen Sentalu- yaitu ada berbagai variasi pembacaan dari para pengunjung bahkan penyimpangan dari ideologi yang ingin disampaikan.
Most of Indonesian people don’t have enthusiastic reception on museum. Hence, many museum practitioners raise the museum reception discourse and bring a new paradigm about museum on the society. Museum is a medium, which represents and constructs a message or particular ideology. On the other hand, the museum visitors represent the way of reading which influenced by historical personal background. So, there are some possibilities on that reading: it has concordance with the message of museum ideology or in opposition; there is no parallel with that. Museum Ullen Sentalu was built by the initiative of a Haryono’s family which attempt to bring the Javanese art and culture. This research uses personal and textual approach to know how the visitors appreciate the museum along with that ideology. By looking at the practice of ideology consumption which can be seen from the practice of visiting museum, we know which obtained from the responses of the visitors about their experiences in visiting Ullen Sentallu Museum there are various kinds of readings from its visitors even that readings are different or deviate from the museum ideology.
Kata Kunci : Ullen sentalu museum, Museum's visitors, Museum's ideologi, museum ullen sentalu, pengunjung museum, ideologi museum