Laporkan Masalah

Kajian budidaya padi gogo (Oriza zativa L.) di Kabupaten Halmahera Utara

KASTANJA, Ariance Yeane, Prof. Dr. Ir. Djoko Prajitno, M.Sc

2010 | Tesis | S2 Agronomi

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara budidaya padi gogo yang dilaksanakan oleh petani sekarang ini di Halmahera Utara, luas lahan dan produktivitasnya, mengetahui kendala-kendala yang dihadapi dalam budidaya tanaman padi gogo, membandingkan teknik budidaya tanaman padi gogo yang dilakukan oleh petani dengan standar budidaya dari Dinas Pertanian. Penelitian ini menggunakan metode survei budidaya tanaman dan metode pengambilan sampel penelitian dengan metode multistage random sampling, dimana yang menjadi lapisan (strata) yang digunakan adalah luas lahan padi gogo milik petani dan kemampuan memelihara tanaman padi gogo pada setiap desa. Setiap desa disampling secara random dipilih sebanyak 5 sampel petani dimana tiap kecamatan terwakili dua desa sehingga keseluruhan adalah 40 orang petani sampel. Hasil penelitian menunjukan bahwa teknik budidaya padi gogo meliputi cara pembibitan, pemeliharaan serta pasca panen belum dilaksanakan dengan baik di Kecamatan Kao Utara, Tobelo Utara, Tobelo Timur maupun Kecamatan Galela Utara Kabupaten Halmahera Utara. Petani di Kecamatan Tobelo Timur dan Kecamatan Galela Barat lebih maju dalam hal budidaya tanaman dan penggunaan hasil tanaman padi gogo dibandingkan petani di Kecamatan Kao Utara dan Tobelo tetapi Kecamatan Kao Utara memiliki jumlah hasil produksi tertinggi yaitu 2,24 ton/ha dibandingkan Kecamatan lainnya dengan jumlah gabah/malai 90,80. Hal ini didukung oleh kondisi tanah yang berasal dari gunung api dan iklim yang sangat mendukung pertumbuhan dan perkembangan padi gogo. Tingkat pendidikan, jarak ke lokasi, ketidakmampuan petani untuk mendapatkan sarana produksi, daya beli dan motivasi petani dalam melaksanakan budidaya merupakan faktor pembatas rendahnya produktivitas dan luas lahan. Hal ini sekaligus menjadi kendala dalam mengembangkan padi gogo lokasi penelitian. Belum dilaksanakannya penyuluhan tentang teknik budidaya dan pasca panen padi gogo di lokasi penelitian menyebabkan rendahnya pengetahuan petani tentang cara bercocok tanam yang baik.

This research was aim to know way of upland rice conducting executed by present farmer in Halmahera Utara, farm wide and productivity constraints faced in upland rice crop conducting, was compare to upland rice crop cultivation technique done by farmer with Agricultural Departement. This research applied crop conducting survey method and research sampling method with multistage random sampling method, where becoming layer what applied is wide area of upland rice property of farmer and ability looks after upland rice crop in each villages. Every villages is sampling in random is selected counted 5 farmers sample where every district is represented two villages so that entirety is 40 sample farmers. The results of this research was show that cultivation technique covers way of nursery bed, keeping and post uncommitted crop in a fair way in North Kao, North Tobelo, East Tobelo and also West Galela sub district of North Halmahera District. Farmers of East Tobelo and West Galela sub district is more onward in the case of crop conducting and usage result of upland rice crop compared to farmers in North Kao and North Tobelo sub district but North Kao sub district has number of result of highest productions at 2,24 ton/ha compared to other sub district with number of grain/panicle 90,80. This thing supported by conditions of soil and ground coming from a real volcano and climate support growth and development of upland rice. Level of education, distance, disability of farmer to get supporting facilities for production, purchasing power and motivation of farmers in executing conducting is limiting factor the low of productivity and farm wide. This thing at the same time becomes constraint in developing location upland rice of research. Despitefully has not implementation of counseling about cultivation technique and post upland rice crop in location of research causes the low of knowledge of farmer about way of good cultivation.

Kata Kunci : Padi gogo,Metode,Budidaya


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.