Laporkan Masalah

Faktor risiko berat badan bayi lahir rendah sebuah studi Kohot Retrospektif berbasis rumah sakit di rumah sakit rujukan Baucau Timur-Leste

MATOS, Livio da Conceicao, Prof. dr. Hari Kusnanto, DrPH

2010 | Tesis |

Latarbelakang: Berat badan lahir rendah saat ini menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di seluruh dunia. Hal ini karena bayi yang lahir dengan BBLR, umumnya akan mengalami kehidupan masa depan yang kurang baik. Bayi BBLR mempunyai risiko lebih tinggi untuk meninggal dalam lima tahun pertama kehidupan. Mereka yang dapat bertahan hidup dalam lima tahun pertama akan mengalami risiko lebih tinggi untuk mengalami hambatan dalam kehidupan jangka panjangnya dibanding mereka yang lahir dengan berat badan lahir normal (WHO SEARO 2009). Penelitian ini terutama bertujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko berat badan lahir rendah (BBLR) di Timor-Leste. Penelitian ini dilakukan di salah satu rumah sakit rujukan terbesar di Timor-Leste yakni Rumah sakit Rujukan Baucau yang berlokasi di bagian timur Timor-Leste. Rumah Sakit ini merupakan rujukan untuk 16 Puskesmas yang berada di wilayah kerja tiga distrik. Metode penelitian: Jenis rancangan penelitian ini adalah kohort retrospektif dengan 109 bayi yang lahir dengan BBLR dan 158 bayi yang lahir dengan berat badan normal sebagai subyek penelitian. Ibu-ibu dari kedua kelompok berat badan bayi tersebut diwawancarai dan ditelusuri faktor-faktor yang berhubungan dan merupakan faktor risiko berat badan lahir rendah. Untuk menguji hubungan faktor risiko BBLR digunakan pendekatan odds ratio dan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian: Terdapat beberapa faktor yang teridentifikasi melalui uji X2 mempunyai hubungan dengan BBLR. Faktor-faktor tersebut yakni tinggi badan ibu yang kurang dari 145 cm (p-value: 0.008, OR: 2.05), status ibu yang bekerja selama hamil (p-value:0.034, OR: 5.35), riwayat ibu yang pernah menderita gejala demam menggigil selama hamil (p-value: 0.000, OR: 25.7), jumlah kunjungan ANC yang kurang dari empat kali (p-value: 0.000, OR: 4.02), kebiasaan ibu merokok (p-value: 0.034, OR: 5.35), suami merokok (p-value: 0.000, OR: 56.3), lingkar lengan atas ibu yang kurang dari 23.5 cm (p-value: 0.000, OR: 8.54), ibu yang berasal dari daerah pedesaan (p-value: 0.000, OR: 7.39), interval kelahiran yang kurang dari dua tahun (p-value: 0.007, OR: 3.06). Di antara faktor-faktor tersebut terdapat lima faktor yang teridentifikasi sebagai faktor dominan kejadian BBLR. Keenam faktor tersebut yakni kebiasaan suami merokok, riwayat ibu menderita gejala demam menggigil pada waktu hamil, tempat tinggal ibu di pedalaman, status gizi ibu yang diukur dengan LLA yang kurang dari 23.5 cm dan interval kehamilan yang kurang dari dua tahun. Saran: Peningkatan aksesibilitas pelayanan kesehatan ibu hamil dan peningkatan produksi bahan makanan lokal merupakan faktor yang patut dipertimbangkan untuk menurunkan angka BBLR di Timor-Leste di samping penetapan area bebas rokok di tempat umum bagi yang suka merokok.

Background: Low birth weight (LBW) is currently identified as a serious public health problem entire the world. There was because of the LBW babies are commonly facing a further harmful impact in the future. LBW children are higher risk to die within the first five years than the normal birth weight. When LBW children survive within the first five years, they will face a various constraints during their life compared to normal birth weight (WHO SEARO 2009). The main objective of the research was to identify the risk factors of LBW in Timor-Leste. This research was conducted in the Baucau Referral Hospital which is located in the eastern part of Timor-Leste. The hospital was assigned for referral patients from 16 Community Health Centers (CHCs) from three district health service area. Methods: The type of the research was cohort retrospective study where 109 LBW babies and 158 normal birth weight (NBW) babies were assigned as subjects of the research. The mothers from both LBW and NBW were interviewed to trace their record on related risk factors of LBW. To identify association between risk factors and LBW we used odds ratio approach with 95% confidence interval. Results: There were some factors identified through X2 test which have an association with LBW. The factors mentioned were height of mother which lower than 145 cm (p-value: 0.008, OR: 2.05), mother worked during pregnancy (pvalue: 0.034, OR: 5.35), record of mother which suffered from fever during pregnancy, (p-value: 0.000, OR: 25.7), inadequate ANC visited to the health facility (p-value: 0.000, OR: 4.02), smoking habits of mothers (p-value: 0.034, OR: 5.35), husband smoker (p-value: 0.000, OR: 56.3), upper arm boundary less than 23.5 cm (p-value: 0.000, OR: 8.54), mother living in the rural area (p-value: 0.000, OR: 7.39), interval pregnancy less than two years (p-value: 0.007, OR: 3.06). Among the risk factors mentioned, only five factors identified as predominant factors of LBW. They were husband smoker, record of mother which suffered from fever during pregnancy, mother living in the rural area, upper arm boundary of the mother less than 23.5 cm, and interval pregnancy less than two years. Suggestion: Enhancement of accessibility of health services particularly for pregnant women and growing of food and agriculture local production are identified as the main factors which are needed to be considered together with localized free smoking area for those who need to smoke to decrease the LBW babies in Timor-Leste

Kata Kunci : Faktor risiko,BBLR,Timor,Leste


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.