Laporkan Masalah

Faktor resiko kejadian pneumonia pada anak usia 12-24 bulan di Kabupaten Tana Toraja

BU'TU, Monika A, dr. Madarina Julia, MPH, Sp.AK, PhD

2010 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang : Pneumonia adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi dimana lebih banyak di derita oleh anak-anak dari pada orangtua. Angka kematian bayi di Indonesia masih tinggi dimana satu balita meninggal setiap 4 menit akibat pneumonia, pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif mengurangi tingkat kematian akibat penyakit tersebut. Di Kabupaten Tana Toraja angka kejadian pneumonia lebih tinggi dari hasil Riskesdes 2007 yaitu 4,4 %. Faktor risiko terjadinya ISPA adalah pemberian ASI yang tidak adekuat, pemberian MP ASI terlalu dini serta faktor lingkungan seperti polusi udara dan rumah tinggal yang tidak memenuhi syarat kesehatan. Tujuan : mengetahui faktor risiko kejadian pneumonia anak usia 12 - 24 bulan di Kabupaten Tana Toraja. Metode : penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan case control. Tehnik pengambilan sampel adalah dengan cara purposive sampling. Subjek penelitian sebanyak 94 anak terdiri dari 47 kasus dan 47 kontrol. Kasus berdasarkan diagnosis medis yang diambil dari rekam medik puskesmas. Data status gizi subjek diolah dengan bantuan perangkat lunak WHO anthropometri 2005. Uji hubungan dianalisis dengan uji chi square (X²) pada tingkat kemaknaan α =0,05 dan interval kepercayaan (IK) 95%. Hasil dan Pembahasan: Riwayat pemberian ASI Eksklusif pada anak berhubungan erat dengan kejadian pneumonia dan risiko untuk menderita pneumonia sebesar 5,03 kali. Pemberian makanan pendamping ASI yang terlalu dini (<6 bulan) menyebabkan anak berisiko menderita pneumonia sebesar 3,42 kali. Status gizi yang kurang berhubungan erat dengan kejadian pneumonia dan risiko untuk tmenderita pneumonia pada anak sebesar 2,60 kali. Tingkat pendidikan ibu yang rendah berhubungan erat dengan kejadian pneumonia dimana risiko terjadinya pneumonia pada anak sebesar 3,42 kali. Polusi asap dapur berisiko terhadap kejadian pneumonia. Anak yang tinggal dalam rumah dengan polusi asap dapur berisiko menderita pneumonia sebesar 2,99 kali. Ventilasi rumah berhubungan erat dengan kejadian pneumonia. Anak yang tinggal dalam rumah dengan ventilasi yang kurang akan berisiko menderita pneumonia sebesar 7,57 kali Kesimpulan : Pada penelitian ini faktor risiko terjadinya pneumonia pada anak usia 12 – 24 bulan adalah Riwayat pemberian ASI Eksklusif, pemberian MPASI yang dini (< 6 bulan), status gizi yang kurang, tingkat pendidikan ibu, polusi asap dapur dan Ventilasi yang tidak memenuhi syarat kesehatan.

Background: Pneumonia is an infectious disease that commonly happens to children. Infant mortality rate in Indonesia is still relatively high whereby one underfive dies every four minutes due to pneumonia. Exclusive breastfeeding supplementation can minimize mortality caused by pneumonia. At District of Tana Toraja the prevalence of pneumonia is higher than the result of Basic Health Research 2007, i.e. 4.4%. Risk factor for the prevalence of acute respiratory tract infection are inadequate breastfeeding, early complementary breastfeeding supplementation and environmental factors such as air pollution and housing that does not meet health requirements. Objective: To identify risk factors for pneumonia in children of 12-24 months at District of Tana Toraja. Method: The study was observational that used case control study design. Samples were taken purposively. Subject of the study consisted of 94 children, comprising 47 cases and 47 control. Cases were based on medical diagnostic taken from medical records in health centers. Data of nutrition status of the subject were processed using WHO anthropometric software 2005. Association was analyzed using chi-square (x2) test at significance α=0.05 and CI 95%. Result and Discussion: History of exclusive breastfeeding supplementation in children was closely associated with the prevalence of pneumonia and risk for pneumonia as much as 5.03 times. Early complementary breastfeeding supplementation (<6 months) brought risk for pneumonia in children 3.42 times. Inadequate nutrition status was closely associated with the prevalence of pneumonia and risk for pneumonia in children 2.60 times. Low education of mothers was closely associated with the prevalence of pneumonia in children 3.42 times. Kitchen smoke pollution brought risk for the prevalence of pneumonia. Children living in the house with kitchen smoke pollution had risk for pneumonia 2.99 times. House ventilation was closely associated with the prevalence of pneumonia. Children living in the house with poor ventilation had risk for pneumonia. Conclusion: Risk factors for the prevalence of pneumonia in children of 12-24 months were history of exclusive breastfeeding, early complementary breastfeeding supplementation (<6 months), inadequate nutrition status, education of mothers, house smoke pollution and ventilation that did not meet health requirements.

Kata Kunci : Pneumonia, Risk factors, Children, Pneumonia, Faktor risiko, Anak


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.