Persepsi keluarga miskin dalam pencegahan gizi kurang pada balita di Kota Ambon
UBRO, Charles, Toto Sudargo, SKM.,M.Kes
2010 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang: Data Badan Pusat Statstik Kota Ambon (2008) menunjukkan bahwa jumlah keluarga miskin sebanyak 10.943 kepala keluarga miskin dan jumlah jiwa miskin sebanyak 45.860 jiwa. Kemiskinan dapat mengakibatkan kelaparan yang selanjutnya berdampak pada gizi kurang, bahkan kematian. Tujuan Penelitian: Tujuan umum penelitian adalah untuk mengetahui persepsi keluarga miskin dalam mencegah gizi kurang pada balita di Kota Ambon. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang digunakan untuk mengungkapkan dan memahami fenomena tentang persepsi keluarga miskin dalam upaya pencegahan gizi kurang pada balita. Responden dalam penelitian ini terdiri dari 17 orang terdiri dari orangtua yang memiliki anak gizi kurang dan gizi kurang, 4 petugas kesehatan, 1 orang kepala seksi kesehatan keluarga dinas kesehatan, 3 orang masyarakat. Data diambil melalui diskusi kelompok (Focus group Discussion). dan wawancara mendalam Hasil Penelitian: Umumnya persepsi responden tentang gizi kurang sudah baik. Termasuk ciri-ciri, akibat dan pencegahan terhadap gizi kurang. Tetapi, hal ini tidak diikuti dengan upaya responden untuk memberikan asupan gizi yang baik terhadap anaknya. Ibunya yang seharusnya menjaga anaknya harus ikut bekerja mencari nafkah membantu suaminya sehingga anak tidak diperhatikan pola makannya. Responden juga jarang memeriksakan anaknya ke posyandu, sehingga berat anak tidak dapat dipantau secara langsung oleh petugas posyandu. Persepsi responden terhadap pencegahan juga sudah baik. Adanya bantuan susu dan makanan tambahan mampu menaikkan berat badan anaknya, tetapi jika susu dan makanan tambahan telah habis, responden tidak mampu untuk membelinya sehingga berat badan anaknya turun kembali. Kesimpulan: Persepsi responden terhadap gizi kurang sudah baik, tetapi tidak diikuti dengan perilaku responden untuk memperbaiki atau memberikan asupan gizi yang baik kepada anaknya. Hal ini karena adanya faktor kemiskinan.
Background: Data of Central Bureau of Statistics of Ambon Municipality (2008) showed that there were 10,943 heads of poor households and 45,860 poor families. Poverty can cause hunger that leads to undernourishment and even death. Objective: To identify perception of poor families about the prevention of undernourishment in underfives at Ambon Municipality. Method: The study was qualitative that was meant to probe and understand phenomena on the perception of poor families about efforts to prevent undernourishment in underfives. Respondents of the study were as many as 17 people comprising parents having undernourished or malnourished children, 4 health staff, 1 head of family health subdivision, and 3 members of the community. Data were obtained through focus group discussion and indepth interview. Result: In general perception of respondents about undernourishment was good, comprising characteristics, consequences and prevention against undernourishment. However, this was not followed by efforts of respondents to give good nutrition intake to their children. Mothers that should take care of their children have to work to help their husband for a living, neglecting eating pattern of children. Respondents rarely took their children to integrated service post (posyandu) so that children's body weight could not be directly monitored by Posyandu staff. Perception of respondents about the prevention of undernourishment was also good. The provision of milk and extra fooding could improve weight gain but when they were used up, respondents were unable to purchase them, consequently children lost weight. Conclusion: Perception of respondents about undernourishment was good but this was not followed by behavior of respondents to give good nutrition intake due to factor of poverty.
Kata Kunci : Persepsi,Kemiskinan,Gizi kurang