Laporkan Masalah

Penagruh komunikasi informasi dan edukasi gizi (Kie Gizi) tentang pola pemberian makan balita dengan pemanfaatan kearifan lokal terhadap pengetahuan dan perilaku ibu balita gizi kurang penduduk asli Papua di Kota Jayapura Propinsi Papua

NUBURI, Dorci, Toto Sudargo, SKM, M.Kes

2010 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Untuk mengatasi masalah-masalah gizi, upaya pendidikan dan penyuluhan merupakan salah satu usaha yang sangat penting. Melalui usaha ini diharapkan orang (terutama ibu balita) dapat memahami pentingnya makanan dan gizi, sehingga terbentuk sikap dan perubahan perilaku ke arah pola makan yang lebih baik. Propinsi Papua mempunyai potensi persedian bahan pangan lokal yang sangat besar, terutama ubi-ubian dan sagu, yang sudah sejak dahulu digunakan sebagai makanan pokok masyarakat Papua. Namun tingkat konsumsinya sangat rendah bahkan kecil. Pada tahun 2006 rata-rata peningkatan penyediaan keseluruhan bahan makanan di propinsi Papua mencapai 11,16 %. Penelitian Wonatorey, et al. (2005) menunjukkan ada peningkatan pengetahuan gizi ibu yang juga mempengaruhi praktek ibu dalam pemilihan, pengolahan dan pemberian makan kepada balitanya. Tujuan: Untuk mengkaji pengaruh KIE Gizi tentang pola pemberian makanan balita dengan memanfaatkan kearifan lokal terhadap perubahan pengetahuan dan perilaku ibu balita gizi kurang penduduk asli Papua. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimental dengan rancangan pretest and posttest with control group design. Subyek penelitian adalah balita umur 13-59 bulan yang memiliki status gizi kurang, jumlah sampel minimal 40 anak pada kelompok kontrol maupun kelompok perlakuan. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan formulir food frequency questionnaire. Penelitian dilaksanakan di Distrik Muara Tami, Distrik Abepura dan Distrik Jayapura Selatan selama tiga bulan. Hasil: Hasil uji t-tes skor pengetahuan ibu sebelum dan sesudah perlakuan menunjukkan ada perbedaan (p<0.05), perubahan pengetahuan ibu balita akibat KIE Gizi menunjukkan ada perbedaan yang bermakna, terdapat perbedaan skor perilaku ibu sebelum dan setelah perlakuan (p<0.05) sedangkan perubahan perilaku ibu akibat dari KIE dari hasil uji paired t_test menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan (p>0.05). Kesimpulan : KIE Gizi tentang pola pemberian makan Balita dengan pemanfaatan kearifan lokal berpengaruh terhadap pengetahuan ibu Balita gizi kurang tetapi tidak berpengaruh terhadap perilaku ibu Balita gizi kurang penduduk asli Papua di kota Jayapura.

Background: To overcome nutrition problems, efforts in education and socialization become essential. Through education and socialization people (particularly mothers of underfives) can understand the importance of food and nutrition, so that they will have attitude and behavioral changes to better eating pattern. Province of Papua has great potential for local food supply, particularly edible tubers and sago, that have become main staple food of Papua community for long. However, consumption of such food is relatively very low. In 2006 average increase of total food supply at Province of Papua reached 11.16%. Research Wonatorey, et al. (2005) showed no increase in maternal nutrition knowledge that also affect the practice of mothers in the selection, processing and feeding to their infants Objective: To identify effect of Nutrition Information Communication and Education (NICE) on food supplementation in underfives through the utilization of local wisdom to changes in knowledge and behavior of mothers of undernourished underfives local inhabitants of Papua. Method: The study was a quasi experiment that used pre test and post test with control group design. Subject of the study were children of 13-59 months having undernourished nutrition status. Samples consisted of 40 children in the control group and 40 in the experiment group. The study was carried out at District of Muara Tami, Abepura and Jayapura Selatan. Result: Score of t-test on knowledge of mothers before and after experiment showed difference (p<0.05). Changes in knowledge of mothers caused by NICE showed significant difference before and after experiment (p<0.05). Changes in knowledge of mothers caused by NICE based on the result of paired t-test showed no significant difference (p>0.05). Conclusion: NICE on food supplementation pattern in underfives through the utilization of local wisdom affected knowledge of mothers of undernourished underfives but did not affect behavior of mothers of undernoursihed underfives local inhabitants of Papua at Jayapura Municipality.

Kata Kunci : KIE Gizi, Kearifan lokal, Pengetahuan dan perilaku ibu, Balita gizi kurang


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.