Penataan kompleks makam Tembayat Klaten :: Kajian Pemintakatan Kawasan Sumberdaya Arkeologi
HIDAJAT, Deny Wahju, Dr. Riboet Darmosoetopo
2010 | Tesis |Kompleks Makam Tembayat terletak di sebuah bukit yang menurut kepercayaan orang Jawa Tengah disebut dengan nama Gunung Jabalkat. Makam Tembayat atau Bayat di dalam babad dikatakan sebagai makam ki Gede Pandanaran atau juga Sunan Bayat. Signifikansi Kompleks Makam Tembayat merupakan salah satu peninggalan bersejarah yang sangat penting artinya sebagai khasanah warisan budaya nenek moyang kita pada masa lampau. Peninggalan purbakala ini memiliki ciri-ciri dan nilai yang unik, karena didalamnya terpadu ke tiga unsur kebudayaan yakni zaman Pra-sejarah, Hindu dan Islam. Keberadaan tinggalan arkeologi Kawasan Kompleks Makam Tembayat yang berada di sentra kerajinan gerabah merupakan ancaman serius, jika tidak diambil langkah-langkah untuk melindunginya, disamping itu juga keberadaan kios-kios pedagang disepanjang anak tangga menuju makam yang tidak teratur. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan solusi atas permasalahan pelestarian di Kompleks Makam Tembayat dengan pemintakatan. Pemintakatan (zoning) adalah suatu upaya yang dapat dilakukan untuk melindungi dan sekaligus mengatur peruntukan lahan, agar tidak terganggu oleh kepentingan lain yang terjadi di sekitarnya, dengan cara menetapkan batas-batas situs sesuai dengan kebutuhan, sehingga dapat ditentukan kriteria: mintakat inti, penyangga, dan pengembangan. Cara penelitian dilakukan dengan pengumpulan data arkeologis yang berada di Kawasan Kompleks Makam Tembayat. Data lainya meliputi dokumen kebijakan pemerintah, data instansional (kelurahan dan kecamatan), peta dasar, data historis (babad) dan hasil-hasil penelitian terkait. Sesudah data terkumpul dilanjutkan dengan kegiatan dilapangan meliputi pemotretan, pengukuran, pencatatan kondisi bangunan dan plotting bangunan-bangunan pada peta dasar. Selanjutnya data disajikan dalam sejumlah foto dan peta batas-batas mintakat yang bersinggungan dengan kepentingan masyarakat sekitar situs. Hasil analisis menggambarkan bahwa Kawasan Situs Kompleks Makam Tembayat terjadi ancaman baik dari segi estetika (keberadaan kios-kios pedagang) maupun aktifitas penambangan tanah. Hasil penelitian menunjukan bahwa Konflik yang terjadi karena dorongan ekonomi yang kuat pada masyarakat baik para pedagang maupun pengrajin gerabah yang memanfaatkan lereng bukit sebagai bahan baku pembuatan gerabah. Oleh karena itu diperlukan strategi pengelolaan demi terwujudnya pelestarian Kawasan Kompleks Makam Tembayat yang maksimal.
Tembayat funeral site is located on the top of the hill where the Javanese is used to call it as “Gunung Jabalkatâ€. In Javanese folktale, it is believed the grave of Ki Gede Pandanaran or sunan Bayat. This site contains an historical inheritance that proses an important meaning as treasure of our cultural heritage in the pass. It has unique characteristics and values sinceit contains three elements of cultural heritage namely, Pre-history, Hindu and Islam periods. The existence of the site, which is located in the central of earthen vessels industry, constitute serious threat since activities of soil mining occur in the area. The other threat is the exsistence of handicraft shop / stall along the ladder path to the site. The sollution effort must be taken to preserve the site from serious damage. The study is intended to provide the way out of Tembayat funeral site preservation. The writer applies “Zoning†as the precise solution of the case. Zoning is the effort that can be taken to preserve and manage the allotment of land use in order not to be hampered by the other interest occurred in surrounding area. By determining the boundaries of the site in accordance to the needs, the certain criteria can be obtained, i.e core zone, scondary and expansion ones. The research methodology is conducted by collecting archaeological data in the surrounding area of the Tembayat site. The other data cover government policy, civil administration authority one (village and sub-district), basis map, folktale and other related studies. After the data are obtained, field activities are conducted by taking pictures, measuring, recording the building condition and plotting the buildings at basis map. Further, the data are presented in the form of pictures and the map of zoning boundaries which are directly contacted with the site. The result of data analysis show the existences of many handicraft shops and the activities of soil mining has become serious threat for the site. Conflict occurs in the area due to the economic motive of both the merchant / trader and the craft man who use soil of the hill slope as raw material for making vessels. Therefore, precise strategy is required for maximum preservation of the Tembayat funeral site.
Kata Kunci : Situs kompleks Makam Tembayat,Mintakat,Konflik kepentingan,CRM