Laporkan Masalah

Dampak bantuan modal terhadap peningkatan pendapatan pengrajin sulaman kerawang di Kecamatan Telaga Kabupaten Gorontalo

SALANDRA, Ishak Rahman, Drs. Ahmad Jamli, M.A

2010 | Tesis | S2 Magister Ekonomika Pembangunan

Penelitian tentang dampak bantuan modal terhadap peningkatan pendapatan pengrajin Sulaman Kerawang di Kecamatan Telaga Kabupaten Gorontalo tahun 2009 ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan jumlah produksi industri rumah tangga kerajinan Sulaman Kerawang di Kecamatan Telaga Kabupaten Gorontalo, menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh pada produksi Sulaman Kerawang dan membandingkan nilai laba produksi pengrajin Sulaman Kerawang yang memperoleh bantuan modal dengan pengrajin yang tidak memperoleh bantuan modal. Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan penrajin Kerawang baik yang pernah menerima dan yang belum menerima bantuan sarana produksi bahan baku dari Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Gorontalo sebanyak 50 orang dengan menggunakan daftar pertanyaan yang telah disediakan. Data Sekunder dikumpulkan dari beberapa sumber yaitu dinas/instansi terkait. Alat analisis yang dipergunakan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi Sulaman Kerawang adalah regresi linier berganda. Variabel dependen adalah Jumlah Produksi Sulaman Kerawang (Y), sedangkan variabel independen adalah Nilai Bahan Baku (X1), Jumlah Tenaga Kerja (X2), dan Pengalaman Kerja (X3). Selanjutnya dianalisis dengan metode Ordinary Least Square (OLS). Untuk membandingkan nilai laba produksi pengrajin Sulaman Kerawang yang memperoleh bantuan modal dengan pengrajin yang tidak memperoleh bantuan modal menggunakan alat analisis uji beda dua rata-rata yaitu dengan membandingkan pendapatan pengrajin yang menerima dan yang tidak menerima bantuan sarana produksi dari pemerintah daerah melalui Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Gorontalo. Dari hasil analisis faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah produksi Sulaman Kerawang dengan α = 0,05 diperoleh R2 = 0,964116, dengan t-hitung masing-masing: Nilai Bahan Baku = 3,779843, Jumlah Tenaga Kerja = 3,570877, Pengalaman Kerja = 0,593348, dan F-hitung 411,9714; t-tabel = 1,684 dan F-tabel = 2,84. Secara individual penggunaan faktor produksi Nilai Bahan Baku dan Jumlah Tenaga Kerja menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap Jumlah Produksi Sulaman Kerawang. Secara serentak penggunaan faktor produksi Nilai Bahan Baku, Jumlah Tenaga Kerja dan Pengalaman Kerja menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap jumlah produksi Sulaman Kerawang. Secara nominal Pendapatan bersih pengrajin Sulaman Kerawang yang Menerima bantuan lebih besar dibandingkan dengan pendapatan pengrajin Sulaman Kerawang yang tidak menerima bantuan sarana produksi bahan baku di Kecamatan Telaga Kabupaten Gorontalo, namun secara statistik tidak signifikan.

Research on the impact of capital assistance to increase income in craftswomen embroidery Kerawang Gorontalo Regency Telaga District in 2009 was aimed to analyze the growth of total industrial production of household handicraft embroidery Kerawang in Gorontalo Regency Telaga District, to analyze the factors that influence the production of embroidery Kerawang and compare the value production profit Kerawang embroidery craftswomen who obtain financial aid by craftswomen who did not receive financial aid. The data required in this study are primary and secondary data. The primary data obtained through interviews with craftswomen embroidery Kerawang good has ever received and who have not received aid means of production of raw materials from the Department of Industry Trade and Cooperative Gorontalo Province as many as 50 people by using questionnaires that have been provided. Secondary data collected from several sources ie offices/agencies. The analytical tool used to analyze the factors that influence the production of embroidery Kerawang is multiple linear regression. Dependent variable is the number of embroidery Kerawang Production (Y), while the independent variable is the Value of Raw Materials (X1), number of Labor (X2), and Work Experience (X3). Then analyzed with the method of Ordinary Least Square (OLS). To compare the value of production profit Kerawang embroidery craftswomen who obtain financial aid by craftswomen who did not receive financial aid using two different test analysis tools on average is by comparing income craftswomen who receive and who do not receive assistance from local production facilities through the Department of Industry Trade and Cooperatives Gorontalo province. From the results of analysis of the factors that affect the amount of embroidery production Kerawang obtained with α = 0.05 R2 = 0.964116, with tcount each: Raw Score = 3.779843, Number of Employee = 3.570877, Experience Work = 0.593348, and F-count 411.9714; t-table = 1.684 and F-table = 2.84. Individually the use of production factors and Total Value of Raw Materials Labor show positive and significant effect on Total Production Kerawang embroidery. The simultaneous use of factors of production Raw Materials Exchange, Number of Labor and Work Experience shows a significant influence on the amount of embroidery production Kerawang. In nominal net income Kerawang embroidery craftswomen who receive greater assistance than the income Kerawang embroidery craftswomen who did not receive the aid of raw material production facilities in the Telaga District Gorontalo Regency, but not statistically significant.

Kata Kunci : Produksi sulaman Kerawang,Tenaga kerja,Pendapatan, Embroidery Kerawang Production, Employment, Income


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.