Laporkan Masalah

Analisis dampak pemberian kredit simpan pinjam khusus perempuan (SPP) pada pendapatan rumah tangga miskin di Kabupaten Sleman, 2007-2010

ISTANTO, Feri, Prof. Dr. Iswardono Sardjono Permono, M.A

2010 | Tesis | S2 Magister Ekonomika Pembangunan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terjadi peningkatan pendapatan rumah tangga bagi penerima kredit simpan pinjam khusus perempuan (SPP) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM MPD), mengetahui pengaruh jenjang pendidikan, jangka waktu, dan jumlah kredit yang diberikan terhadap pendapatan rumah tangga miskin penerima kredit, dan mengetahui penurunan kemiskinan di Kabupaten Sleman. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder, data primer diperoleh dengan melakukan wawancara, sedangkan data sekunder diperoleh dari Unit Pengelola Kegiatan (UPK) serta Badan Pusat Statistik (BPS). Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 78 responden, yang terdiri dari 43 responden penerima kredit dan 35 responden yang tidak menerima kredit. Responden yang tidak menerima kredit digunakan sebagai control grup dalam penelitian ini. Analisis data menggunakan uji beda rata-rata, dan indikator poverty reduction. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa pemberian kredit SPP berpengaruh terhadap pendapatan rumah tangga miskin penerima kredit di Kabupaten Sleman. Rata-rata pendapatan rumah tangga miskin penerima kredit sebesar Rp677.209,30 lebih besar 13,3 persen dibanding pendapatan miskin yang tidak menerima kredit yaitu Rp597.571,43. Pendapatan rumah tangga miskin penerima kredit dipengaruhi oleh tingkat pendidikan, tetapi tidak dipengaruhi oleh jangka waktu dan jumlah kredit yang diberikan. Pemberian kredit juga berpengaruh terhadap pengurangan kemiskinan rumah tangga responden. Hal tersebut dibuktikan dengan penghitungan indikator poverty reduction sebesar 0,0957, yang berarti terjadi pengurangan kemiskinan sebesar 9,57 persen pada rumah tangga responden penelitian.

This study aims to determine whether there was an increase in household income for recipient savings and loan credit for women (SPP) The National Program for Community Empowerment in Rural Areas (PNPM MPD), to know the effect of education level, duration, and amount of loans, and to know the poverty decrease in Sleman regency. This study used primary and secondary data. The primary data was obtained by conducting interviews, while the secondary data was obtained from Credits Management Unit (UPK) and the Central Bureau of Statistics (BPS). The sampling technique was using the method of purposive sampling with total sample size of 78 respondents, which consists of 43 respondents receiving credits and 35 respondents who did not receive credits. Respondents who did not receive credits are used as a control group in this study. The data analysis is using Independent Sample t test and indicators of poverty reduction. The results show that lending fees affect poor household income credit recipients in Sleman district. Average household income women receiving loans of Rp677.209,30 or 13.3 percent greater than the income of women who did not receive credit of Rp597,571.43. Women household income credit recipients were influenced by the level of education, but were not influenced by the length of time and amount of credit granted. Lending was also influenced by the reduction of household poverty. This is evidenced by the calculation of indicators for poverty reduction 0.0957, which means a reduction in poverty by 9.57 percent in household research.

Kata Kunci : Kredit mikro, Lembaga keuangan mikro, Kemiskinan, Pendapatan, Kredit untuk perempuan, Kredit simpan pinjam khusus perempuan, PNPM Mandiri perdesaan, micro credit, microfinance institutions, poverty, household income, credit for women, savings and loan cre


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.