Laporkan Masalah

Analisis keefektifan dan efisiensi manajemen aset Bandar Udara Sanggu Kabupaten Barito Selatan Provinsi Kalimantan Tengah

ANDREIYENO, Dr. Wakhid Slamet Ciptono, M.B.A.,M.P.M

2010 | Tesis | S2 Magister Ekonomika Pembangunan

Penelitian ini memfokuskan pada identifikasi, menganalisis tingkat keefektifan dan efisiensi pengelolaan aset di Bandar Udara Sanggu Kabupaten Barito Selatan Propinsi Kalimantan Tengah. Data dikumpulkan dengan tiga cara atau metode yaitu metode wawancara langsung dengan pegawai yang erat kaitanya dengan pelaksanaan pengelolaan aset, metode observasi, dan metode tinjauan data . Dengan metodologi yang digunakan yaitu analisis efisiensi bertujuan untuk mengetahui tingkat efisiensi tiap tahun dari pengelolaan aset yang diukur berdasarkan nilai aset terhadap biaya yang dikeluarkan untuk pengelolaan aset tersebut dan sebelum dilakukan analisis efisiensi terlebih dahulu dilakukan identifikasi biaya dengan metode cost breakdown structure, dan analisis keefektifan bertujuan untuk mengetahui tingkat keefektifan tiap tahun dari pengelolaan aset yang diiukur berdasarkan jumlah aset yang dimanfaatkan terhadap jumlah aset yang dimiliki. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat aset yang tidak dapat dioperasikan lagi dan besarnya aset yang tidak dapat dioperasikan adalah aset peralatan dan mesin yang tidak dapat dioperasikan sebesar 28,08 persen pada tahun 2007, pada tahun 2008 sebesar 28,57 persen, dan 26,90 persen pada tahun 2009. Pada aset gedung dan bangunan, ditahun 2009 hanya terdapat 1 unit bangunan yang mengalami kerusakan dan tidak dapat digunakan. Aset jalan dan jaringan yang tidak operasional adalah tanggul banjir karena mengalami kerusakan ringan. Hasil analisis dari tingkat efisiensi pengelolaan aset untuk aset peralatan dan mesin, dan gedung dan bangunan lebih efisien pada tahun 2008 yaitu 514,48 persen untuk peralatan dan mesin serta 337,63 persen untuk gedung dan bangunan dibandingkan pada tahun 2007 dan 2009, untuk aset jalan dan jaringan lebih efisien pada tahun 2009 yaitu 3.211,64 persen dibandingkan pada tahun 2007 dan 2008. Untuk tingkat keefektifan yang masih sangat rendah yaitu pengelolaan pada aset tanah, ini karena aset tanah yang tidak dimanfaatkan seluas 600.000 m2. Upaya untuk memaksimalkan pemanfaatan terhadap aset tanah yang mengganggur ini dapat diselesaikan dengan berpedoman pada Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2009.

This study focuses on identifying, analyzing the effectiveness and efficiency of asset management in Sanggu Airport, Barito Selatan Regency, Central Kalimantan Province. Data collected in three ways or methods of direct interview, observation method, and methods of data review. The methodology used is efficiency analysis aims to determine the level of efficiency for each year of assets under management as measured by asset value of the costs incurred for the management of these assets and prior to the first efficiency analysis to identify cost with the cost method of breakdown structure, and effectiveness analysis aims to determine the effectiveness of each years of asset management as measured by assets which are utilized to total assets. The results show that there are assets that can not be operated again and the amount of assets that can not be operated equipment and machinery are assets that can not be operated at 28.08 percent in 2007, in the year 2008 amounted to 28.57 percent and 26.90 percent in 2009. On the asset building, in 2009 there was only 1 unit buildings were damaged and unusable. Asset path and the networks are not operational because of flood embankment was slightly damaged. Results of analysis of the efficiency of asset management to asset equipment and machinery, and building more efficient in the year 2008 is 514.48 percent for equipment and machinery, and 337.63 percent for building than in 2007 and 2009, for road asset and more efficient network in 2009 is 3211.64 per cent in 2007 and 2008. The level of effectiveness is still very low at the management of land assets, because assets are not utilized land area of 600,000 m2. Efforts to maximize the utilization of land assets that these can be resolved by reference to Government Regulation No. 6 of 2009.

Kata Kunci : Identifikasi,Analisis efisiensi,Analisis keefektifan, identification, efficiency analysis, effectiveness analysis


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.