Tinjauan yuridis perjanjian kredit dengan hak tanggungan di Bank X Yogyakarta
ROSATI, Ayu Fetriana, Pitaya, S.H.,M.Hum
2010 | Tesis | S2 Magister KenotariatanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pemberian dan pelaksanaan perjanjian kredit dengan hak tanggungan di Bank X Yogyakarta yang dilaksanakan oleh pasangan kawin campuran dimana suami/isteri berkewarganegaraan asing, hambatan-hambatan apa sajakah yang ada dalam proses pemberian dan pelaksanaan perjanjian kredit dengan hak tanggungan tersebut, dan upaya yang dilakukan Bank X Yogyakarta untuk mengatasi hambatan-hambatan di dalam perjanjian kredit dengan hak tanggungan oleh pasangan yang melakukan perkawinan campuran antara WNI dan WNA.Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, yaitu data yang diperoleh dari bahan kepustakaan melalui studi dokumen yang didukung oleh data primer, yaitu data yang diperoleh langsung dari lapangan dengan wawancara menggunakan alat pengumpul data berupa pedoman wawancara. Data yang telah dikumpulkan di analisa secara kualitatif dan dipaparkan dalam bentuk laporan hasil penelitian dengan metode deskriptif.Berdasarkan penelitian yang penulis lakukan, dapat diketahui bahwa analisis Bank terhadap permohonan kredit dimana pemohon kredit yang memiliki suami/isteri berkewarganegaraan asing lebih memperhatikan prinsip kehati-hatian untuk memperkecil risiko dengan mengkaji peraturan-peraturan yang terkait dengan subyek yang berwenang untuk melakukan tindakan hukum atas obyek jaminan, analisis yang mendalam terhadap obyek jaminan itu sendiri, dan ada atau tidaknya Perjanjian Perkawinan. Selanjutnya, hambatan yang terjadi di dalam proses pemberian kredit terhadap pemohon kredit yang mempunyai suami/isteri berkewarganegaraan asing adalah terhadap harta bersama karena terkait dengan Pasal 21 ayat (3) UUPA, pemilik harta bersama yang tidak memenuhi syarat dari pasal ini berkewajiban untuk mengakhiri kepemilikannya di dalam jangka waktu satu tahun. Jika tidak dipenuhi maka hak-hak atas tanah tersebut seluruhnya menjadi tanah Negara. Upaya yang dilakukan Bank X Yogyakarta untuk mengatasi hambatan yang terjadi ini adalah dengan meminta pemegang hak atas tanah merubah hak atas tanahnya menjadi Hak Pakai. Opsi ini hanya diberikan apabila Bank memiliki kepercayaan yang sangat kuat terhadap debitur tertentu yang memiliki track record sangat baik di dalam ranah perkreditan, dan juga atas pertimbangan keuntungan yang bisa didapat atas pemberian kredit untuk melancarkan kegiatan usaha Bank.
This research is aimed to determine the process of granting and execution of mortgage credit agreement with Bank X Yogyakarta performed by inter-racial marriage couple where the husband or the wife has a foreign nationality, what obstacles there are in the process of granting and executing of loan agreements with the mortgage, and the efforts of Bank X Yogyakarta to overcome the obstacles in the credit agreement with a mortgage by a couple who perform an interracial marriage between Indonesians and foreigner The data which is used in this research is secondary data which is obtained from library materials through the study of documents supported by primary data. The primary data is obtained directly from the field interviews using interview guide data collection form. The data collected were analyzed qualitatively and presented in the form of research reports with descriptive method.Based on the research conducted by the writer, it is known that the Bank's analysis of credit applications where the loan applicant has a foreign spouse should have a precautionary principle to minimize the risk by examining the rules relating to the subjects that are authorized to act on the object security of law, in-depth analysis of the security object itself, and the presence or absence of the Marriage Covenant.Moreover, the obstacles occur in the process of credit granting on credit applicants who have foreign spouses is on the ownership of the shared property as it is related to Article 21 paragraph (3) UUP the shared property owners who do not meet the requirements of this Article is obliged to terminate its ownership in within one year Thus it will not be executed, the rights of the land would be owned by the state entirely. The efforts which are made by Bank X Yogyakarta to overcome the obstacles happen are to ask land holder to convert the status of the right towards the land into “The Land Use Rightâ€. This option is necessarily implied if the Bank has a very strong conviction of certain debtors who have an excellent track record in the realm of credit, and also in consideration of the benefits that will be obtained by the bank from the supply of loans to start business activities.
Kata Kunci : Perjanjian kredit,Hak tanggungan,Credit agreement,Juridical right liability