Persepsi siswa terhadap kesiapan tenaga pendidik dalam penyelenggaraan rintisan sekolah bertaraf internasional di SMAN 2 Pontianak
NELLY, Dr. Agus Pramusinto, MDA
2010 | Tesis | S2 Magister Administrasi PublikPenelitian ini membahas mengenai kesiapan tenaga pendidik di SMA N 2 Pontianak dalam menyelenggarakan sekolah bertaraf internasional ditinjau dari profesionalisme guru. Penelitian ini dianggap penting karena fenomena munculnya banyak Sekolah Bertaraf Internasional di Indonesia termasuk Kalbar sebagai konsekuensi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang memiliki banyak kelemahan dan kritikan. Guru merupakan factor penentu keberhasilan penyelenggaraan sekolah bertaraf internasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan tenaga pendidik dan persepsi anak terhadap tenaga pendidik dalam menyelenggarakan sekolah bertaraf internasional. Penelitian ini merupakan penelitian deskriftif dengan analisis gabungan kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam, dan kuisioner. Data kualitatif dianalisis melalui tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data dan mengambil kesimpulan/verifikasi. Sedangkan untuk kuantitatif dianalisis dengan menentukan kategorisasi kompetensi guru pada skor hasil kuisioner. Dengan langkah menentukan serta skor tertinggi dan skor terendah untuk mandapatkan Mean Ideal (Mi), Simpangan Baku Ideal (SBi) masing-masing indicator. Selanjutnya dilakukan perhitungan rentang skor sebagai dasar kategorisasi. Distribusi frekuensi dalam masing-masing kategorisasi diinterpretasikan lebih lanjut sebagai kesimpulan. Penelitian ini menemukan bahwa kesiapan guru SMA N 2 Pontianak untuk kompetensi minimal sesuai Standar Nasional Pendidikan (SNP) yaitu kompetensi kepribadian, pedagogic, social dan professional dalam kategori siap untuk menyelenggarakan sekolah bertaraf internasional. Sedangkan untuk pengayaan kompetensi yakni kemampuan berbahasa Inggris, kemampuan penggunaan ICT dan kualifikasi akademik termasuk dalam kategori kurang. Selain itu didapatkan pula bahwa dalam penyelenggaran sekolah bertaraf internasional di SMA N 2 Pontianak terdapat perbedaan persepsi antara stake holder mengenai kompetensi pendidik yang dengan penyelenggaraan sekolah di Australia dan Selandia Baru yang merupakan anggota OECD yang menjadi kiblat penyelenggaraan SBI di Indonesia. Perbedaan tersebut terutama terletak kompetensi kepribadian, pedagogic, social dan penekanan penggunaan Bahasa Inggris serta media ICT dalam pembelajaran.
The research discusses about the readiness of teachers in SMAN 2 Pontianak implementing the pioneering international standard school in term of teacher professionalism. The research is considered important due to phenomena of emerging international school in Indonesia including West Kalimantan as consequence of code of Law No. 20 year 2003 on National Education System that have many weaknesess and critiques. Teachers are the key factors in implementing of international school.The objective of this research is to identify the readiness of teachers and student’s perception to the teachers in implementing of the pioneering international standard school. It is a descriptive research with quantitative and qualitative analysis combination. Data are collected with observation, in-depth interview, and questionnaire. Qualitative data are analyzed through three steps : data reduction, data presentation and decision making/verification. Quantitative data are analyzed by determining teacher’s competence categorization on questionnaire result score. The highest and the lowest scores are determined to get Mean ideal (Mi), ideal standard deviation (SBi) of each indicators. Then, score range calculation is done as categorization base. Frequency of distribution in each categories is interpreted further as conclusions. The result of this research is the readiness of teachers in SMAN 2 Pontianak for minimal competencies as educational national standard that consist of personality, pedagogic, social and professional competencies in good category to implement international school. For richening competencies, that consist of English fluency, ICT usage capability and academic qualification in less category. Beside of that, there are differences perspective among stake holders on teacher competencies in implementing international school in Australian and New Zealand which include as OECD member as orientation of international school in Indonesia. The differences are on personality, pedagogic, social competencies and emphasizing of usage the English and ICT media in learning.
Kata Kunci : Sekolah bertaraf internasional,Kompetensi guru,International School,Teacher competence