Laporkan Masalah

Analisis pengelolaan sumber daya manusia (SDM) dan budaya organisasi dalam rangka mencapai tujuan restrukturisasi kantor pelayanan terpadu satu pintu (KPTSP) Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu

WILIS, Derna, Dr. Agus Pramusinto, MDA

2010 | Tesis | S2 Magister Administrasi Publik

Restrukturisasi pelayanan perizinan dan non perizinan telah dicanangkan oleh pemerintah pusat dalam rangka meningkatkan pelayanan perizinan dan non perizinan. Setiap daerah dianjurkan mendirikan Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (KPTSP) untuk urusan perizinan dan non perizinan. Implikasinya, berbagai urusan perizinan dan non perizinan yang semula menjadi tupoksi berbagai instansi dilimpahkan ke KPTSP. Untuk mencapai tujuannya tersebut, KPTSP harus merekrut SDM dari berbagai instansi terkait dan menciptakan budaya yang sesuai dengan kebutuhan organisasi. KPTSP Mukomuko adalah salah satu hasil dari restukturisasi pelayanan perizinan dan non perizinan. Oleh Karena itu, penelitian ini mencoba untuk meneliti bagaimana pengelolaan sumber daya manusia dan budaya organisasi di KPTSP Mukomuko agar dikemudian hari kualitas pelayanan di KPTSP bisa dipertahankan dan lebih ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses restrukturisasi KPTSP Mukomuko dan bagaimana mengelola Sumber Daya Manusia serta pengelolaan budaya organisasinya. Penelitian di KPTSP Mukomuko ini.menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif (deskriptive research). Data primer diperoleh dari wawancara dengan para informan yang terdiri dari Kepala KPTSP, Kepala seksi. Kepala Subbagian dan staf KPTSP. Data sekunder diperoleh dari penelusuran pustaka, tabel, fhoto, gambar-gambar. Data hasil observasi, yakni dari observasi langsung peneliti di lapangan Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa proses restrukturisasi tersebut telah dilakukan sesuai dengan Undang-undang yang berlaku di Indonesia. Sudah ditetapkannya struktur , sistem, pembagian tugas dan wewenang, prosedur-prosedur dan sistem pelayanan. Pengelolaan sumber daya manusia belum sepenuhnya tercapai. Secara kualitas para pegawai belum mendapatkan pendidikan dan pelatihan secara maksimal, pendidikan pegawai masih rendah, dan penempatan pegawai yang kurang sesuai. Secara Kuantitas pegawai yang ada masih kurang. Sistem Rekruitmen belum efektif. Selain itu insentif yang telah diberikan belum mencukupi bagi pegawai, ditambah dengan adanya pemotongan insentif yang diterima setiap bulannya. Budaya Organisasi di KPTSP Mukomuko masih didominasi dengan budaya lama dari pegawai. Berbagai strategi telah dilakukan untuk merubah budaya para pegawainya. Namun strategi tersebut belum menunjukkan hasil yang maksimal. Para pegawai masih kurang disiplin, kurang ramah, kurang iklas, dll. Budaya KPTSP masih dikategorikan budaya yang lemah. Keberhasilannya hanya pada pelayanan yang tepat waktu, hal tersebut dikarenakan KPTSP didukung oleh teknologi. Teknologi yang digunakan itu telah mendukung KPTSP Kabupaten Mukomuko dianggap sebagai KPTSP yang paling terbaik di Provinsi Bengkulu.

The restructuring of licensing and non licensing service suggested by central government in order to increasing of licensing and non licensing service. Every region is suggested to establish inwrought Office One Top service (KPTSP) for licensing affair and non licensing. The implication, various licensing affair and non licensing at first be task and main function various resort is gived to KPTSP. For achieve the aim, KPTSP must recruite human resource (SDM) from various related resort and creat appropriate culture with organization need. KPTSP Mukomuko is one of the result from restructuring licensing and non licensing service. Therefore, this watchfulness tries to canvass to how managemen of human resource and organization culture at KPTSP Mukomuko so that at future service quality at kptsp can be defended and more increased. The Watchfulness that done at KPTSP Mukomuko use qualitative method with approaches descriptive (deskriptive research). Primary data is got from interview with informants that Manager of KPTSP, Section head. head sub bagian and staff KPTSP. Secondary data is got from book, table, fhoto, and pictures. observation result data, that is from researcher direct observation at field The result watchfulness knowable that restructuring process done as according to operative law in Indonesia. KPTSP has structure, system, task distribution and authority, procedures and service system. Human resource management not yet thoroughly reached. According to quality officials not yet get education and training according to maximal, official education stills low, and official location less appropriate. According to existing official quantity stills less. System of recruitment not yet effective. Besides incentive that given not yet suffice for official, augmenting with incentive dismemberment existence that is accepted every month. Organization culture at KPTSP Mukomuko still to dominated with long culture from official. Various strategy has been done to change culture the officials. But, the strategy not yet show result maximal. The officials stills less discipline, less friendly, less honest, etc. The culture of KPTSP still classify weak culture. Good service is only in time correct because the service supported by technology so that KPTSP Mukomuko assumed as KPTSP bestest at Provinsi of Bengkulu.

Kata Kunci : Restrukturisasi pelayanan,Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (KPTSP),Sumber daya manusia,Bengkulu


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.