Laporkan Masalah

Efektivitas kompensasi aparat pemerintah desa dari Tanah Bengkok/Pelungguh di Kabupaten Kulon Progo :: Studi kasus di Desa Bumirejo, Desa Triharjo dan Desa Purwoharjo

HANDAYANI, Ernawati, Prof. Dr. Warsito Utomo

2010 | Tesis | S2 Magister Administrasi Publik

Penelitian ini membahas mengenai efektivitas kompensasi aparat pemerintah desa dari tanah bengkok/ tanah pelungguh di Kabupaten Kulon Progo. Penelitian ini dianggap penting karena beratnya tugas pokok aparat pemerintah desa sesuai PP 72 tahun 2005 dan juga tugas sosial kemasyarakatan yang semakin kompleks belum selaras dengan tanah pelungguh sebagai kompensasi yang mereka terima. Luas tanah, kesuburan, cara pengelolaan, dan terutama hasil tanah pelungguh tersebut merupakan penyebab disparitas konpensasi yang diterima oleh masing masing aparat desa di Kulon Progo. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan analisis kualitatif sebagai upaya untuk mendapatkan dan menyampaikan fakta dengan jelas dan teliti berkaitan dengan efektifitas kompensasi aparat pemerintah desa dari tanah bengkok/ tanah pelungguh di Kabupaten Kulon Progo di atas. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan observasi langsung. Sedangkan teknik analisis data yang dipergunakan adalah model interaktif yang terdiri dari pengumpulan, reduksi, dan penyajian data serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kompensasi aparat desa yang mengelola tanah pelungguh yang subur dan luas, efektif dalam memenuhi kebutuhan pokok aparat dan menjamin asas keadilan. Tetapi kompensasi tersebut tidak dapat menghargai perilaku positif dan memenuhi peraturan-peraturan yang ada. Sedangkan bagi aparat desa yang mengelola tanah pelungguh yang tidak subur, kompensasi yang mereka terima tidak efektif dalam memenuhi kebutuhan hidup, menjamin asas keadilan, menghargai perilaku positif, dan memenuhi peraturan-peraturan legal. Agar kompensasi aparat pemerintah desa dapat memenuhi kelayakan dan keadilan, maka kebijakan pemberian kompensasi perlu ditarik ke tingkat kabupaten dengan pemberian penghasilan tetap secara berjenjang tetapi dan dengan pembatasan pengelolaan tanah pelungguh.

This research discusses about the effectiveness of officials in village compensation from ‘tanah pelungguh’ in Kulon Progo. This research is important due to the heaviness of official village duty according PP no. 72 Tahun 2005 and also social community duty is not suitable with tanah pelungguh for their compensation. The wide area, fertility, way to manage, and the most important one is the pay off of tanah pelungguh cause the disparity compensation by official village. This research is a descriptive research with kualitative analysis as an effort to gain and obtain the facts clearly and carefully related to the effectiveness of officials in village compensation in Kulon Progo. The technique of collecting data are in depth interview, direct observation and documentation. While the technique of data analysis is interactive model consisting of collecting, reducting, presenting data, and drawing the conclusion. The result of this research shows official village compensation who manage fertile and wide ‘tanah pelungguh’ is effective. It is enough for their daily life and fainess. In other hand, the compensation do not influence their behaviour to be positive and follow the rules. For the official village who manage the unfertile ‘tanah pelungguh’, the compensation is uneffective to fulfill their daily life, guarantee fairness, respect positive behavior and follow the rules. Based on the finding research, to make the compensation become effective, the compensation policy must be changed appropriate with the worthiness of life and fairness. The compensation olicy should be drawn to the district level by providing a steady income in stages and giving the limitation to manage the ‘tanah pelungguh’.

Kata Kunci : Efektivitas kompensasi,Aparat pemerintah desa,Tanah pelungguh,Official village


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.