Islamic fundamentalism among students at natural sciences and social sciences faculties of Gadjah Mada University
WIRANTO, Erham Budi, Dr. Fatimah Husein
2010 | Tesis | S2 Agama dan Lintas BudayaPerguruan tinggi merupakan tempat bertumbuhnya benih pemikiran dan ideologi karena perguruan tinggi memiliki sumber daya intelektual. Fundamentalisme Islam telah dianggap sebagai ideologi yang bertumbuh dalam lingkungan kampus. Di Yogyakarta fenomena fundamentalisme Islam tumbuh di berbagai perguruan tinggi termasuk UGM. Meskipun geliat fundamentalisme Islam dapat berkembang di semua fakultas, namun fundamentalisme Islam lebih mudah ditemui di fakultas-fakultas ilmu-ilmu kealaman. Penelitian ini mengambil sampel dari empat fakultas yaitu Fakultas Teknik, dan Fakultas MIPA sebagai representasi Fakultas Ilmu Kealaman (natural sciences), serta Fakultas Ilmu Budaya dan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik sebagai representasi Ilmu Sosial (social sciences). Penelitian dilakukan untuk membuktikan kecenderungan Islamic fundamentalisme yang lebih kuat di fakultas ilmu kealaman dari pada fakultas ilmu sosial, dan bagaimana kecenderungan tersebut dapat terjadi. Untuk menemukan jawabnya, penelitian ini menggunakan survei dan melakukan observasi serta wawancara sebagai metode pengumpulan data. Ditemukan bahwa mahasiswa ilmu kealaman memiliki kecenderungan untuk lebih mudah tertarik pada gagasan fundamentalisme Islam daripada mahasiswa di fakultas ilmu sosial. Melalui analisa hasil survei juga tampak jelas bahwa nilai rata-rata kecenderungan fundamentalisme Islam di kalangan mahasiswa ilmu alam lebih tinggi daripada di ilmu sosial. Kecenderungan maasiswa ilmu kealaman pada fundamentalisme Islam adala hasil dari kegiatan dakwah kampus di fakultas ilmu kealaman yang memang lebih kuat daripada yang terjadi di fakultas ilmu-ilmu sosial. Faktor lainnya adalah kurangnya wacana teori da ilmu sosial di lingkungan fakultas ilmu kealaman. Mahasiswa di ilmu kealaman sangat sedikit belajar pemahaman lintas budaya dan studi agama-agama. Sehingga ketika mereka bertemu dengan gagasan fundamentalisme Islam, maka mereka tidak memiliki cukup kekebalan untuk membentengi diri. Selain itu, hal ini juga disebabkan oleh kecenderungan berpikir positivistik di kalangan mahasiswa ilmu kealaman sehingga lebih senang melihat setiap persoalan secara hitam putih dan menerapkan rumus yang sudah dianggap mapan, termasuk dalam masalah agama sehingga sikap beragamanya pun tegas benar atau salah.
Universities are places for various seeds of ideology because they have intellectual resources. Islamic fundamentalism has been issued as ideology that also grows among students at universities. In Yogyakarta, the phenomenon of Islamic Fundamentalism among students takes place at many universities; one of them is Gadjah Mada University (UGM). Although Islamic fundamentalism may occur at all faculties, it seems clearly that Islamic fundamentalism flourishing at natural science faculties. This research takes samples from four faculties: Faculty of Engineering and Faculty of Mathematic and Natural Science represent the natural science faculties; and Faculty of Cultural Science and Faculty of Social and Political Science represent social science faculties. The aim of the research aims to prove whether Islamic fundamentalism is really stronger at natural science faculties, and how it happens. To know the answer, this research employs a survey, observation and interview in order to collect data. This research confirms that Muslim students of natural science faculties are easier to be attracted to Islamic fundamentalism rather than Muslim students of social science faculties. Through scaling the data collected by survey, it is clear that natural science students have higher score on Islamic fundamentalism leaning. The inclination of natural sciences students to Islamic fundamentalism is the result of intense Islamic fundamentalism activities in natural science faculties. In this research LDK (Lembaga Dakwah Kampus, Student’s Dakwah Movement) which is represents Muslim student’s movement that adopt Islamic fundamentalism’s point of view, is better organized on in natural science faculties. Another factor is the lack of social sciences discourse at natural sciences faculties. Natural sciences student are potentially easier to be attracted to Islamic fundamentalism because they are lack of social sciences discourse. They learn so few the social theories that concern on mutual understanding, cross-cultural and inter-religious issues. Therefore, when idea of Islamic fundamentalism is proposed, students have no shield or imunity. In addition, natural sciences students usually think in positivistic way. They prefer to see problem as black or white, then implement certain formula to fix it, including in seeing religious issues.
Kata Kunci : Islamic fundamentalism,LDK,Natural sciences,Social sciences,Ilmu,ilmu kealaman,Ilmu,ilmu sosial,Fundamentalis Islam