Pengaruh kepemimpinan, komunikasi dan kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan :: Studi kasus pada Koperasi Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta
KHOLIL, Muhdi, Prof. Dr. Lincolin Arsyad, M.Sc
2010 | Tesis |Moralitas sebagimana dikemukakan Weber bukanlah monopoli spritualisme, tetapi wertrationalitat atau rasionalitas nilai, yaitu kesadaran akan nilai-nilai etis, estetis, dan religius yang telah lama menjadi model ekonomi islami. Spritualisme dalam ekonomi Islam yang paling menonjol adalah keadilan (Pareno, 2002). Ekonomi Islam dibangun, ditegakkan dan dilaksanakan berdasarkan ruh dan spirit serta menjunjung tinggi nilai-nilai sebagai berikut: (1) aqidah tauhid; (2) keadilan; (3) kebebasan dan (4) kemaslahatan (akhlak yang terpuji). Kegiatan ekonomi dan bisnis yang berdasarkan aqidah tauhid menjamin terwujudnya kemaslahatan dan kebaikan perekonomian untuk masyarakat luas, bukan hanya masyarakat muslim. Hal ini karena ekonomi dalam pandangan Islam merupakan sarana dan fasilitas yang dapat membantu pelaksanaan ibadah dengan sebaikbaiknya. Kegiatan ekonomi yang demikian dilaksanakan oleh pelaku-pelaku ekonomi yang selalu merasakan kehadiran dan pengawasan Allah. (Rivai & Arifin, 2010). Pondok Pesantren “Al Munawwir“ Krapyak Yogyakarta dengan Ribuan santri yang dimilikinya, pada tanggal 1 Juli 1983 telah merintis usaha koperasi dalam memperdayakan usaha ekonomi dan jiwa wirausaha kaum santrinya dengan nama “Koperasi Pondok Pesantren Al Munawwir“ yang didukung dengan lebih dari 533 anggota dengan tiga unit usaha yaitu Mini market, Warpostel dan Toko Buku/Kitab sebagai bidang usahanya. Ketiga bidang usaha Koperasi Pondok Pesantren “Al Munawwir“ tersebut merupakan wujud nyata pemberdayaan ekonomi kaum santri dan sekaligus sebagai bukti adanya jiwa dan semangat wirausaha yang merupakan jati diri kaum santri di Indonesia ( Purnomo, 2009). Pada penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan, komunikasi dan kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan Koperasi Pondok Pesantren â€Al Munawwir†Krapyak Yogyakarta. Berdasarkan hasil analisis regresi dengan data dari 100 responden yang menjadi sampel penelitian memberikan beberapa kesimpulan bahwa nilai t hitung variabel kepemimpinan secara signifikan mempengaruhi kinerja karyawan atau hipotesis diterima dan terbukti dengan nilai alpha 5%. Nilai t hitung variabel komunikasi secara signifikan mempengaruhi kinerja karyawan atau hipotesis diterima dan terbukti dengan nilai alpha 5%. Nilai t hitung variabel kepuasan kerja secara signifikan variabel kinerja karyawan atau hipotesis diterima dan terbukti dengan nilai alpha 5%. Dengan demikian dapat dikatakan semakin tinggi dimensi kepemimpinan, komunikasi dan kepuasan kerja di lingkungan Koperasi Pondok Pesantren â€Al Munawwir†Krapyak Yogyakarta akan semakin tinggi kinerja karyawan.
Kata Kunci : Leadership,Communication,Work satisfaction,Employee performance,Kinerja karyawan,Kepuasan kerja