Laporkan Masalah

Konflik hukum dalam naskah drama As-Sulthanu'L-Chair karya Taufiq Al-Chakim :: Analisis hermeneutika

SYOFYAN, Oyong Bin, Prof. Dr. Sangidu, M.Hum

2010 | Tesis |

Penelitian ini menyajikan konflik hukum yang terdapat dalam teks drama As-Sulthānu `l-Chāir karya Taufīq al-Chakīm. Konflik-konflik yang terdapat dalam teks drama ini, merupakan gambaran terhadap sistem penerapan undangundang dalam suatu pemerintahan. Bentuk konflik yang terjadi dalam teks drama ini, juga sebagai pembelajaran bagi para penegak hukum dalam pengambilan keputusan. Seorang penegak hukum harus selalu mengedepankan kepentingan masyarakat umum. Konflik ini juga menjadi peringatan bagi penegak hukum agar menjaga kesucian dan keutuhan sebuah undang-undang. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan teori hermeneutik. Penggunaan teori hermeneutik dalam penelitian ini, agar dapat menginterpretasi dan mengungkap konflik hukum yang terdapat dalam teks As-Sulthānu `l-Chāir. Proses penelitian ini merujuk pada tokoh hermeneutik Hans Georg Gadamaer. Teori-teori hermeneutika Gadamer dapat digunakan untuk memperkuat metode pemahaman dan penafsiran suatu obyek tertentu, termasuk di dalamnya teks tertulis. Gadamer berpendapat bahwa pesan yang harus diaplikasikan pada masa penafsiran bukan makna literal teks, tetapi meaningful sense “makna yang berarti” atau pesan yang lebih berarti daripada sekedar makna literal. Makna dalam sebuah karya sastra dapat dicari ,dikonstruksi, dan direkonstruksi oleh penafsir sesuai konteks penafsir dibuat, sehingga makna teks tidak pernah baku, ia senantiasa berubah tergantung dengan bagaimana, kapan, dan siapa pembacanya. Dari hasil penelitian yang dilakukan, ditemukan bahwa dalam teks As-Sulthānu `l-Chāir mengemukakan onflik hukum yang terjadi dalam sebuah pemerintahan. Disamping itu, pesan-pesan hukum yang disampaikan Taufiq Al-Chakim, diperankan melalui beberapa tokoh yang terdapat dalam teks drama ini yaitu, Terpidana, Sulthan, Hakim, Perdana Mentri dan Wanita Kaya.

This study presents the conflict of laws contained in the drama text of As-Sulthānu `l-Chair by Taufiq al-Chakīm. The conflicts in the text of this drama are a description of the system of law application in a government. The forms of conflict in this drama text, as well as learning for the law enforcer in making a decision. A law enforcer must always prioritize the interests of the general public. This conflict is also a warning to law enforcer in order to maintain the sanctity and integrity of a statute. Therefore, this study uses the theory of hermeneutics. The hermeneutic theory is applied for this research in order to interpret and reveal the conflict of laws contained in the text of As-Sulthānu `l-Chair. This research process refers to the hermeneutics of Hans Georg Gadamer. Hermeneutic theories of Gadamer can be used to strengthen the understanding and interpretation methods of a particular object, including the written text. Gadamer argued that the message should be applied to the interpretation of the text rather than literal meaning, but meaningful sense "meaning of meaning" or the message more meaningful than just the literal meaning. Meaning in a literary work can be found, constructed, and reconstructed by the interpreter according to the interpreter context is created, so that the meaning of the text is never fixed, he was constantly changing depending on the how, when, and whom readers. From the results of conducted research, show that in the text of As-Sulthānu `l-Chair suggested that the law conflicts occur within a government. In addition, law messages conveyed by Taufiq al-Chakim, are played through a few characters in the text of the play, person convicted, Sultan, judge, Prime Minister and the Rich Women.

Kata Kunci : Konflik,Hukum,Hermeneutik,Conflict,Law


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.