Laporkan Masalah

The Implementation of collaborative management for conservation by international environmental NGO in Indonesia :: A case of Kalaweit Sumatera program in Marak Island, West Sumatera

JUNAIDI, Asra, Prof. Ir. Bakti Setiawan, M.A.,Ph.D

2010 | Tesis | S2 MPKD

Tesis ini membahas tentang pelaksanaan Manajemen Kolaboratif untuk konservasi yang dilaksanakan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) lingkungan Internasional di Indonesia. Pelaksanaan Manajemen Kolaborasi ini merupakan bentuk kerjasama antara masyarakat lokal, pemerintah dan LSM dalam mengelola suatu daerah atau kawasan berdasarkan prinsip dan aturan yang telah disepakati bersama oleh seluruh pihak yang terlibat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan proses Manajemen Kolaboratif pada lokasi penelitian, mengevaluasi efektivitas pelaksanaan Manajemen Kolaboratif dan megidentifikasi factor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan Manajemen Kolaboratif pada program Kalaweit Sumatera di Pulau Marak, Kab. Pesisir Selatan, Prov. Sumatera Barat. Penelitian ini menggunakan metoda survey dengan menggunakan kuestioner dan interview terhadap stakeholder terkait dengan program. Hasil penelitian menunjukkkan bahwa pola pendekatan manajemen kolaboratif dapat digunakan sebagai salah satu cara yang efektif untuk pengelolaan kawasan (misalnya kawasan konservasi atau yang akan dijadikan kawasan konservasi). Penelitian ini merekomendasikan agar seluruh pihak yang terlibat dalam suatu Manajemen Kolaboratif untuk memperkuat komunikasi, meningkatkan partisipasi masyarakat local dalam pelaksanaan program dan memperbaiki kebijakan pemerintah khusunya untuk membantu Manajemen Kolaboratif yang melibatkan LSM Internasional. Pelajaran yang dapat diambil dari Program FoE Japan di Indonesia adalah pentingnya melibatkan LSM lokal untuk memperkuat pelaksanaan program. Untuk Kalaweit Sumatera Program, Yayasan Kalaweit perlu mengajak dan melibatkan LSM lokal dalam program tersebut sehingga program konservasi dan pemberdayaan masyarakat akan dapat dicapai dengan lebih maksimal.

This thesis discusses about Implementation of Collaborative Management for Conservation by International Environmental NGO in Indonesia. Collaborative management in the context of this program has meant working towards the establishment and management of areas by the government, NGO and the local communities living in areas. This study focused on Collaborative Management for conservation by International Environmental NGO in Indonesia and selected Kalaweit Sumatera Program and FoE Japan Program in Indonesia as the case studies. In the case of Kalaweit Sumatera Program, analysis has conducted to all stakeholders by depth interviews with key informants to relevant stakeholders and questionnaire with purposive selected to local communities on Kalaweit Sumatera program. In the case of FoE Japan Project, deep interviews with the representative of FoE Japan in Indonesia were conducted. The research concludes that the Collaborative Management on conservation represents a promising approach to improve the management of conservation areas. In the case of Kalaweit Sumatera Program, Collaborative Management could be used as an effective and fair management where all stakeholders, especially local communities could take part in the management conservation areas. The existence of excellent relations between the management of NGOs with local communities have made it still running smoothly even though there is still a lack of communication between all stakeholders. For the sustainability of this program, it is recommended to strengthen communication and relationship between stakeholders, increasing participation of local communities in management of program and changing the government policy to support Collaborative Management Conservation by NGO. A lesson learned from FoE Japan Project is the involvement of Local NGO in Collaborative Management program which will assist the process and implementation of program. Kalaweit Associaton needs to involve a local NGO as counterpart in their program so both of conservation programs and capacity building of local communities will be accomplished.

Kata Kunci : Collaborative Management, Environmental NGO, local communities, Conservation, Manajemen Kolaboratif, Lembaga Swadaya Masyarakat, Masyarakat Lokal, Kawasan Konservasi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.