Laporkan Masalah

Challenges in the development of regional cooperation :: The case of solid waste management in Bandung Metropolitan Area

KRISBANDONO, Adji, Ir. Leksono Probo Subanu, MURP.,Ph.D

2010 | Tesis | S2 MPKD

Kerjasama antar daerah telah diimplementasikan di kota-kota metropolitan Indonesia sejak tahun 1970-an. Literatur merekomendasikan agar dibentuk kerjasama antar daerah jika kabupaten/kota yang saling berdekatan menghadapi persoalan efisiensi dan efektivitas dalam penyediaan layanan publik. Untuk itu wilayah metropolitan Bandung atau biasa disebut Bandung Raya dipilih sebagai studi kasus karena belum ada lembaga yang bertanggung jawab dalam penyediaan dan pengelolaan layanan infrastruktur publik yang mencakup seluruh wilayah Bandung Raya. Tujuan utama dari penelitian ini adalah ingin mengetahui tantangan guna mengembangkan kerjasama antar daerah dalam upaya pengelolaan sampah di Bandung Raya. Sampah dipilih sebagai lokus penelitian karena isu ini telah menjadi sangat kompleks. Untuk itu aspek-aspek terkait pengaturan kelembagaan dan karakteristik-karakteristik yang melekat dalam bentuk kerjasama ini akan diteliti lebih jauh lagi. Sebagai sebuah penelitian eksploratoris, tesis ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan strategi penelitian single embedded case study. Data primer dikumpulkan melalui wawancara dengan staf pemkab/kota dari keenam kabupaten/kota ;sedangkan data sekunder didapat dari review undang-undang, dokumen proyek, serta artikel suratkabar. Tiga metode analisis digunakan untuk lebih memahami kondisi permasalahan, yakni analisis kelembagaan dan kebijakan, analisis stakeholder, serta analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stakeholder yang ada mempersepsikan kerjasama antar daerah yang sedang berjalan ini dengan berbagai pandangan menurut kepentingan mereka masing-masing. Beberapa persoalan juga telah diidentifikasi, seperti ketidak-jelasan peraturan dan kelembagaan, minimnya pendanaan, persoalan teknis, dan penolakan masyarakat. Berdasarkan hasil analisis, tantangan yang ada saat ini adalah bagaimana mengkoordinasikan berbagai stakeholder agar mampu mengatasi persoalan sampah, baik diwilayah mereka masing-masing maupun dalam kerangka regional. Strategi yang direkomendasikan antara lain menetapkan peraturan daerah yang mengatur pengelolaan sampah terintegrasi serta membentuk sebuah badan yang bertanggungjawab dalam pengelolaan sampah di seluruh wilayah Bandung Raya.

Regional cooperation has been widely implemented in Indonesian metropolitan cities since them iddle of 1970s. Body of literatures suggest establishing regional cooperation when neighbouring municipalities face in efficiency and ineffectiveness during service delivery process. Bandung Metropolitan Area(BMA) was selected as the case study because there has been no governing body responsible for providing and managing area-wide services for the whole metropolitan area. This research mainly aims to investigate the challenges ind eveloping regional cooperation on solid waste management (SWM) in BMA. SWM was chosen to be the case study because this issue has become increasingly complex. A closer look at on how current institutional arrangement and its characteristics will be examined. As an exploratory research, this thesis employs qualitative approach with a single embedded case study as the research strategy. Primary data are collected from interview with municipal officers from six municipalities; while secondary data areo btained from laws, project reports, newspaper articles, etc. Three methods of analysis, namely institutional and policy analysis, stakeholder analysis, and SWOT analysis are occupied to gain comprehensive understanding regarding the problems. Evidences show that the stakeholders are divided into three categories, namely primary, secondary, and external stakeholders. They perceive the current arrangement with in various perspectives which are particularly based on each actor’sinterest, roles, and responsibilities towards the cooperation. A number of obstacles have also been identified, suchas: unclearregulatory and institutional framework, lack of financial sustainability, technical problem, and community resistance. Referring to the results and analysis, the challenge now is how to efficiently coordinate various actors that operate with in their jurisdictions to cope with area-wide SWM issues.Several strategies proposedare:s etting-upalocalordinance which concerns about ISWM in BMA and establishing a dedicated agency responsible for managing SWM activities to the whole metropolitan area.

Kata Kunci : Solid waste management,Regional cooperation,Institutional arragement


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.