Laporkan Masalah

Implementation of collaborative management in concervation area :: A case on sea turtle conservation program in Karimunjawa National Park

SUMARYATI, Susi, Prof. Ir. Bakti Setiawan, M.A., Ph.D

2010 | Tesis | S2 MPKD

Taman Nasional Karimunjawa merupakan kepulauan yang berada di bagian utara Pulau Jawa. Kepulauan ini terdiri dari 22 pulau. Memiliki luas 111.625 ha terdiri dari darat dan laut, secara adminsitrasi merupakan bagian dari kabupaten Jepara. Program konservasi penyu yang melibatkan masyarakat telah berjalan selama enam tahun. Penelitian bertujuan untuk mengetahui implementasi dari collaborative management pada program konservasi penyu. Penelitian ini bertujuan untuk mendokumentasikan pelaksanaan collaborative management, menganalisa pelaksanaan collaborative management dan menentukan factor yang berpengaruh pada collaborative management. Adanya perbedaan kemampuan diantara nelayan akan memberikan pengaruh pada pelaksanaan program. Perbedaan generasi pada pada nelayan mempengaruhi respon mereka terhadap program. Perilaku nelayan digambarkan dengan menggunakan teori permainan. Ditemukan bahwa reaksi nelayan tergantung pada besarnya nilai pengganti bahan bakar, jika nilai penggantian yang diberikan lebih besar dari biaya yang dikeluarkan (r>b>c), nelayan cenderung untuk bekerjasama dengan Taman Nasional. Respon nelayan juga dipengaruhi oleh kemampuan dari nelayan lain. Perbedaan kemampuan antara nelayan memberikan pengaruh pada pelaksanaan program konservasi. Usaha, kemampuan, penghargaan, dan biaya menjadi faktor yang mempengaruhi manajemen kolaboratif dalam program konservasi penyu.

Karimunjawa National Park, an archipelago in north of Java Island, consists of 22 islands. It is a part of Jepara District with 111,625 ha wide. Conservation programs, which involve the community, have been implemented by the National Park. One of programs is sea turtle conservation program. The program has been conducted for six years. This research will distinguish the implementation of collaborative management in sea turtle conservation program. The main objectives of this research are to document the practice of collaborative management, to analyze performance of collaborative management, to verify factors that influence collaborative management in sea turtle conservation program. There is a discrepancy of abilities among fishers exists and may affect the performance of the program. As a result of Principal Component Analysis, generations of respondents affect their attitude to the program. Modeling of fishers behavior is developed by using game theory. It is found that fishers reaction depend on the value of reward, if reward is greater than benefit and cost (r>b>c), fishers attend to cooperate with National Park. Fishers’ reaction also depends on the ability of other fishers. Improvement of fishers’ ability will induce to the reaction of other fishers. Discrepancy of fisher’s ability affects the performance of conservation program. In order to improve program performance, it is necessary to enhance fisher’s ability. Effort, ability, reward, and cost became factors that influence collaborative management in sea turtle conservation program.

Kata Kunci : Taman Nasional Karimunjawa,Konservasi penyu,Collaborative management


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.