Laporkan Masalah

Evaluasi daerah rawan kecelakaan kereta api :: Studi kasus jalur Yogyakarta-Sragen

PERMONO, Arif Budi, Ir. Djoko Murwono, M.Sc

2010 | Tesis |

Kereta api merupakan salah satu moda transportasi dalam sistem transportasi nasional yang mempunyai karakteristik pengangkutan secara massal dan keunggulan tersendiri. Aspek keselamatan merupakan salah satu isu utama dalam perkeretaapian. Salah satu upaya yang dilakukan dengan membuat data base daerah rawan kecelakaan untuk dapat mengetahui derah rawan kecelakaan dan factor penyebab terjadinya kecelakaan serta memberikan usulan dalam upaya penangan atau perbaikan pada daerah rawan kecelakaan Daerah rawan kecelakaan pada jalan rel lintas Yogyakarta – Sragen digunakan sebagai studi kasus evaluasi daerah rawan kecelakaan. Analisis yang dilakukan pada perlintasan sebidang didasarkan pada pedoman perancangan perlintasan sebidang dari Dirjen Perhubdat, daerah rawan banjir dilakukan pengamatan faktor penyebab banjir dan kondisi drainase jalan rel pada daerah rawan longsor dilakukan pengamatan ketinggian , kemiringan tubuh baan jalan rel dan dilakukan pengamatan berdasarkan peta geologi dan peta rupa bumi Indonesia untuk daerah patahan. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa 11 perlintasan rawan masih memiliki tingkat keamanan rendah 3 perlintasan rawan memiliki tingkat keamanan sedang, faktor penyebab banjir atau genangan dipengaruhi oleh kondisi saluran irigasi disekitar jalan rel, ketinggian tubuh baan jalan rel lebih dari 5 meter serta memiliki kemiringan lebih dari 45º berpotensi terjadinya longsoran. Jalan rel km + 151+000 – 152+000 lintas jogja – solo merupakan daerah rawan patahan. Rekomendasi antara lain perbaikan dan pemasang rambu – rambu pada perlintasan serta memasang AWS (Automatics Early Warning System ) pada perlintasan tak terjaga, koordinasi dengan dinas terkait untuk perbaikan saluran irigasi, membuat sengket (terasering) pada tebing lokasi longsoran dengan penggemukan tubuh baan, melakukan pemeriksaan jalan ( JPJ ) ekstra, pengecekan sarana dan prasarana pada sekitar daerah patahan secara berkala.

Train is one of transport modes in national transport system which has mass transport characteristics and other benefits. Safety issue is one of main issues in railway transport. One effort that can be done to increase the safety of railway usage is by creating data base for accident prone areas to know the accidents prone areas, the factors causing the accidents, and to give recommendations to improve the safety in the areas. The evaluation of accident-prone areas uses Yogyakarta-Sragen case study. Analysis done to the dangerous crossing is based on the level crossing guide from the Directorate of Land Transport. for flood prone areas were examined factors that cause flooding and drainage condition of track and to areas prone to landslides were observed altitude, slope railway construction while for regional rail fracture were examined on the basis geological map and map of the Earth Indonesia manner. The outcome of the research shows that 11 dangerous level crossings have low safety level, 3 level crossings have medium safety level. Flood is caused by poor irrigation around the railways. Altitude Baan body of track more than 5 meters and has a slope of more than 45 º may cause avalanches. 151 km railway + +000 - 152 +000 cross jogja - solo is prone to fracture. Recommendations that can be given are the installation of AWS at the unguarded crossings, with related agencies for the repair of irrigation channels, making sengket (terraces) on the cliff landslide locations with body fattening railway construction,inspection road (JPJ) extra, checking facilities and infrastructure on a regular basis around the fracture.

Kata Kunci : daerah rawan, kecelakaan, kereta api, prone areas, accidents, railways


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.