Fenomena konflik pekerjaan-keluarga kaitannya dengan performansi kerja :: Sebuah studi fenomenologi
SETYAWATI, Pingkan, Prof. Dr. Asip F. Hadipranata
2010 | Tesis | S2 Magister Sains PsikologiPenelitian ini mencoba menggali makna konflik pekerjaan-keluarga bagi individu, bagaimana awal mula terjadi dan strategi apakah yang digunakan untuk menyelesaikan konflik tersebut. Serta untuk mengetahui apakah konflik yang muncul baik itu pekerjaan-keluarga ataupun keluarga-pekerjaan berkaitan dengan performansi kerja. Studi fenemenologi ini menggunakan wawancara secara intensif dan mendalam, dengan menggunakan tape recorder lalu ditulis, untuk kemudian dianalisis. Wawancara kepada 4 subyek dipilih dengan menggunakan theoritical sampling. Analisis penelitian dilakukan dengan : (1) memahami pernyataan penting, (2) membuat makna pernyataan, (3) membuat intisari pernyataan, dan (4) menggambarkan secara mendalam. Sementara, untuk verifikasi penelitian dilakukan dengan menggunakan member-check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jam kerja yang tinggi, beban kerja yang banyak serta hubungan dengan rekan sekerja yang tidak harmonis merupakan penyebab konflik di pekerjaan. Sedangkan, pembagian waktu antara tugas di kantor dan rumah tangga, beban kerja sebagai ibu rumah tangga, emosi yang terbawa dari kantor dan waktu yang sering dihabiskan untuk bekerja merupakan sumber konflik dalam keluarga. Dampak dari konflik bagi subyek seperti susah konsentrasi dalam bekerja, bad mood, tidak semangat, dan kelelahan fisik. Strategi penyelesaian konflik yang diambil berupa menghindari, mengakomodasi, kompetisi serta kompromi. Sedangkan, bagi performansi kerja, subyek tetap merasa semangat, menikmati pekerjaan, berusaha terus positive thinking dan lebih berhati-hati untuk tidak membiarkan konflik berlarut-larut sehingga dapat mengganggu performansi kerja mereka.
The purpose of this study was to explore the meaning of work-family conflict for individuals, how it started and what strategies they used to cope with it. Whether work-family conflict or family-work conflict that arouse affect their performance at work. In depth interviews were employed in this phenemenological study. Audiotaped interviews were conducted with four subjects and were chosen by theoritical sampling. The process of analizing and interpreting data included : (1) understanding the significant statements, (2) meaning statements, (3) themes of meaning, and (4) exhaustive describtion. Verification of study result used membercheck. The result show that high work hours, demanding work-load and bad relationship with other co-workers are the source of conflict at work. Meanwhile, greater responsibilities at home, emotion spillover, work-time consuming are the source of conflict at family. Lack of focus, bad mood, burnout are the effect of workfamily conflict. Coping strategies that was used by subjects are acommodation, competition, compromise and avoiding. Despite of conflict, subjects still enjoy their work, try to be more positive thinking and carefull while doing their job so it won’t bother their performance.
Kata Kunci : konflik pekerjaan-keluarga, performansi kerja, fenomenologi, work-family conflict, performance at work, phenomenological study